Fasilitas Komputer Masih Minim

256
0
CEK. Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum SMP Negeri 7 Banjar Iding Tarsidi mengecek komputer di ruang lab yang tak cukup digunakan untuk kegiatan UNBK.
Loading...

BANJAR – Pekan depan siswa kelas lX SMP akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Di Kota Banjar, pelaksanaan UNBK terganjal oleh minimnya fasilitas pendukung seperti unit komputer dan keberadaan server di masing-masing sekolah.

Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah untuk menumpang ke sekolah lain yang sudah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

“Kami belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri karena tidak cukup komputernya. Jumlah yang ada baru 27 unit, sementara jumlah siswa yang ikut ujian tahun ini sebanyak 168 siswa. Terpaksa dilaksanakan di SMKN 1, itupun digelar dalam tiga sesi bareng dengan SMPN 5 Banjar,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum SMP Negeri 7 Banjar Iding Tarsidi di ruang lab komputer Rabu (18/4).

Ia menjelaskan pelaksanaan UNBK tahun depan juga belum tentu mandiri. Pasalnya, pihak sekolah minim anggaran untuk pengadaan komputer.

“Anggaran untuk pengadaan komputer itu dianggarkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Yang kami punya baru 7 unit,” kata dia.

Lanjutnya, 20 unit lagi merupakan bantuan dari program pemerintah pusat. Ia memastikan secara ideal jika pihak sekolah ingin melaksanakan UNBK secara mandiri maka minimal harus memilki komputer sebanyak 60 unit.

“Idealnya minimal 60 unit karena kan dibagi tiga sesi. Yang baru kami punya juga balum ada setengahnya. Jadi terpaksa numpang di sekolah lain yang sudah memiliki fasilitas UNBK yang lengkap,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mendorong siswa untuk serius dalam menjawab soal ujian. Ia menargetkan para siswa minimal mendapat nilai 5,5.

“Ya meski ujian itu hasilnya diserahkan lagi ke sekolah untuk keputusan kelulusan siswanya tapi kami tetap memberikan target yang mengacu pada aturan,” katanya.

Iding berharap selain mendapat tambahan unit komputer bagi sekolahnya, para siswa yang mengerjakan UNBK nanti tidak tegang.

Pasalnya saat simulasi selama tiga kali, banyak siswa yang masih kesulitan menggunakan komputer karena belum terbiasa.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Ahmad Yani mengakui jika sekolah minim fasilitas komputer dalam pelaksanaan UNBK.

“Iya kekurangan komputer, banyak yang menumpang di sekolah lain seperti SMK 1. Pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kota Banjar tahun ini yang kedua kalinya,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.