Hasil Outopsi Fauzi Tewas Akibat Pendarahan di Tengkorak

888

SINGAPARNA – Penyebab kematian Fauzi Abdul Aziz (16), warga Ciawang, Leuwisari terungkap. Setelah autopsi Satreskrim Polres Tasikmalaya menyatakan korban tewas akibat patah tulang tengkorak, memar otak dan pendarahan di atas selaput keras otak yang diakibatkan benturan benda tumpul.

“Iya, dari hasil autopsi adanya kekerasan akibat benda tumpul pada daerah kepala sisi sebelah kanan bagian belakang,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Singaparna, IPTU Wahyu Hidayat saat dihubungi Radar, Sabtu (9/3).

Menurut Wahyu, Polsek Singaparna pun terus mendalami aksi perkelahian yang menyebabkan tewasnya pelajar SMK tersebut. Penyidik juga, sudah kembali memeriksa empat orang saksi yang merupakan paman serta teman korban. Yaitu, Yadi (24) (Paman korban), Joni (19), Taufik (18) dan Faisal (18) teman korban, pada Sabtu (9/3).

Wahyu mengungkapkan, polisi sudah menetapkan G (18) dan Gi (16) tidak terlibat dalam aksi penganiayaan. “Tidak terlibat penganiayaan, sudah dipulangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH menambahkan, pihaknya sudah menetapkan TM (49) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan ini. Tersangka dikenakan Pasal 76 c dan Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Ancaman hukuman yang diberikan tujuh tahun penjara untuk pasal 351 ayat tiga KUHP serta ancaman lima belas tahun karena telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Kami akan menggelar rekontruksi kasus penganiayaan ini. TM sudah ditetapkan tersangka pada Jumat (8/3) malam,” ungkap Pribadi. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.