Februari, Vaksinasi di Garut Harus Selesai

30
0
MEMANTAU. Sekda Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja meninjau pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD dr Slamet Garut, kemarin. Yana Taryana/Rakyat Garut
MEMANTAU. Sekda Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja meninjau pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD dr Slamet Garut, kemarin. Yana Taryana/Rakyat Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mempercepat vaksinasi kepada tenaga kesehatan (nakes). Saat ini, vaksinasi nakes di Kabupaten Garut baru mencapai 62,5 persen.

“Kami dorong terus supaya Kabupaten Garut melakukan akselerasi untuk vaksinasi nakes. Kami inginkan Februari selesai,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja usai meninjau vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD dr Slamet Garut, Selasa (9/2/2021).

Setiawan menerangkan Pemprov Jabar mendorong penyelesaian vaksinasi terhadap nakes karena pada Maret Maret 2021 akan dilanjutkan vaksinasi ke pelayan publik lainnya.

“Prioritas pertama itu bagi tenaga kesehatan. Setelah itu pelayanan publik ditarget bulan Maret. Misal TNI, Polri, guru dan pedagang pasar,” ujarnya.

Setiawan ingin memastikan vaksinasi di Kabupaten Garut bisa selesai tepat waktu akhir Februari. Pemprov Jawa Barat siap membantu jika ditemukan kendala selama proses vaksinasi.

loading...

“Saya ingin pastikan vaksinasi di Garut tepat waktu di akhir Februari ini termasuk untuk penyuntikan yang kedua kalinya,” ucapnya.

Baca juga : BPJS Garut Serahkan Santunan JKM Kepada 3 Ahli Waris

Menurut Setiawan, saat ini rata-rata angka vaksinasi di Jawa Barat mencapai 65 persen. Kota Bandung jadi daerah yang paling tinggi menyelesaikan vaksinasi di angka 97 persen.

“Kami ke sini minta Garut untuk kejar (vaksinasi). Rata-rata di Jabar per hari ini (kemarin, Red) masuk 70 persen untuk suntik vaksin pertama. Jadi akhir Februari suntik vaksin yang kedua bisa selesai,” ujarnya.

Terkait penyuntikan vaksin yang kedua di Jawa Barat, Setiawan menyebut angka rata-ratanya masih di kisaran 10 persen. Keterlambatan vaksinasi di Kabupaten Garut, diakui Setiawan karena pendistribusian vaksin Covid 19 dari pemerintah pusat yang masuk ke putaran kedua.

“Garut itu kebagian (distribusi vaksin) tahap pertama di putaran kedua. Jadi agak terlambat dengan daerah lain. Saya pahami pastinya ada yang terlambat sekitar satu minggu,” ujarnya.

Setiawan menyarankan agar vaksinasi bisa cepat selesai meniru upaya yang dilakukan Pemkot Bandung. Yakni dengan mengadakan vaksinasi di gedung besar dan menghadirkan tenaga kesehatan.

Di RSUD dr Slamet Garut sampai Selasa, 9 Februari 2021 baru 50 persen tenaga kesehatan yang telah divaksin Covid 19. Dari total 1.379 orang yang harus mendapatkan vaksinasi. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.