FG dan SS Berkelahi

141
0
Firgiawan / Radar Tasikmalaya RUSAK. Pintu ruangan Irban III Inspektorat Kota Tasikmalaya masih terlihat rusak dan belum diperbaiki, pasca perkelahian yang melibatkan FG dan SS di instansi tersebut.

Kesimpulan Sementara Tim Khusus Setda Usai Memeriksa Tiga Saksi
BUNGURSARI – Tim Khusus Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya sudah memeriksa tiga saksi atas kasus dugaan perkelahian FS dengan SS, dua pegawai Inspektorat. Pemeriksaan dilakukan di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Senin (27/11). Namun nama tiga saksi tersebut dirahasiakan
Pelaksana Tugas Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan menjelaskan dari hasil berita acara pemeriksaan (BAP), keterangan ketiga saksi kasus itu mengarah pada perkelahian. “Kami sudah mendengarkan kronologis dari para saksi. Berdasarkan keterangan, sementara kita simpulkan di ruang Irban III itu terjadi perkelahian,” ujar dia di ruang kerjanya kemarin.
Mengerucutnya kasus tersebut ke arah perkelahian, kata dia, dikuatkan pengakuan saksi yang mendengar adanya suara gaduh di dalam ruangan Irban III. Kemudian khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saksi berinisiatif mendobrak pintu yang dikunci dari dalam. Ketika saksi berhasil masuk, posisi keduanya sedang berkelahi dengan posisi satu orang di atas dan satu orang di bawah.
“Memang tidak ada yang melihat langsung, sedang terjadi apa di dalam. Tetapi saat pintu didobrak, terlihat posisi keduanya tengah jatuh dan kancing baju FG maupun SS terlepas. Sehingga, indikasi mengarah ke perkelahian. Saksi yang melihat ada yang memisahkan, memegangi hingga mengantar FG ke rumah sakit,” paparnya.
Setelah data kronologis dari para saksi sudah didapatkan, Tim Khusus dalam waktu dekat akan memanggil FG dan SS untuk dimintai keterangan. “Kita tidak akan gegabah sebelum semuanya klir. Maka akan kita undang juga keduanya (FG dan SS, Red) agar mengklarifikasi kejadiannya seperti apa,” jelasnya.
Ivan menyatakan baik penganiayaan maupun perkelahian tidak dibenarkan secara peraturan. Apa pun yang melatarbelakangi FG dan SS, berselisih sangat tidak patut dilakukan figur abdi negara. “Apa pun latar belakangnya, yang namanya ASN itu harus mampu menahan diri. Sebagai abdi negara yang merupakan pelayan masyarakat harus memberi contoh serta teladan. Sepelik apa pun persoalan jangan sampai terjadi kontak fisik,” pungkasnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.