FIK Unsil Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat

24
PENGABDIAN MASYARAKAT. Tim Pengabdian Masyarakat FIK Unsil foto bersama warga Desa Tanjungsari usai pelatihan membuat sari tempe Jumat (14/6). (Fakhtur Rizqi / radartasikmalaya.com)

TASIK – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi (FIK Unsil) melakukan program pengabdian masyarakat dengan sasaran 50 warga Dusun Leuwidahu Desa Tanjungsari Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya Jumat (14/6).

Pada kegiatan ini warga diberikan pelatihan pembuatan minuman sari tempe untuk peningkatan gizi balita dan menghindarkan dari penyakit tuberculosis (TBC).

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unsil Iseu Siti Aisyah SPMKes mengatakan, pengabdian masyarakat ini dilakukan di dua desa di Kabupaten Tasikmalaya yakni Tanjungsari dan Cineam.

Melalui kegiatan ini FIK Unsil mendorong orang tua agar mampu meningkatkan status gizi balitanya agar terhindar dari penyakit (TBC) dengan cara pembuatan sari tempe.

“Minuman sari tempe merupakan produk inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan status gizi masyarakat,” kata dia kepada Radar, Jumat (14/6).

Gizi pada dari sari tempe dibutuhkan tubuh. Terutama ketika ada yang terkena TB paru, sari tempe meningkatkan gizinya dan mudah dicerna organ dalam.

Ia mengatakan, penderita TB Paru membutuhkan protein yang tinggi dan mengalami penurunan nafsu makan. Untuk asupannya bisa menggunakan sari tempe ini.

Kandungan protein pada sari tempe sampai 3,66 gram per satu gelas. Minum sari tempe tersebut, sudah sesuai angka kecukupan gizi yaitu 10 sampai 15 persen per kilogram berat badan dan energi total.

Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Salah satunya Winda Dwi Astuti (20). Ia menjelaskan, pengabdian kepada masyarakat ini sebagai sosialisasi bahayanya penyakit TBC, pencegahan dan cara mengatasi penyakit tersebut. Karena satu orang saja yang terkena TBC itu bisa menjadi kejadian luar biasa (KLB).

“Memang lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit, apalagi TBC yang cepat penularannya. Satu orang terkena dapat menyebar lewat udara. Untungnya, penyakit ini dapat dicegah dengan sari tempe tersebut,” jelasnya.

Ia mengharapkan, produk sari tempe ini selain bisa mencegah dari penyakit juga menjadi produk lokal desa setempat.

Warga Desa Tanjungsari Elin Nuraeni (34) mengatakan dengan diadakannya kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit TBC.

“Kita diajarkan membuat sari tempe agar terhindar dari TBC. Melalui kegiatan dari Unsil ini juga warga lebih sadar untuk menjaga kesehatan dan tak sungkan memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” ujarnya. (mg1)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.