Final, Final, Final! INDONESIA U-23 vs MYANMAR U-23

30
0
EVAN DIMAS

MANILA – Timnas Indonesia U-23 bakal menjalani laga semifinal sepakbola SEA Games 2019, sore ini. Skuat Indra Sjafri yang menjadi runner-up Grup B bakal berhadapan dengan Myanmar yang merupakan jawara Grup A.

Dalam laga yang bakal berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, skuat Garuda Muda punya tekad kuat meraih kemenangan demi mengamankan tiket partai puncak.

Setelah memastikan tiket babak semifinal usai mengalahkan Laos 4-0, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan menggelar sesi latihan. Diawali pemanasan statis, tim polesan pelatih Indra Sjafri ini joging bersama keliling lapangan yang dilanjutkan dengan latihan passing bola.

Setelah itu, Indra membagi pemainnya untuk latihan taktik dan strategi permainan. Di akhir sesi latihan, Indra Sjafri memberi menu latihan tendangan penalti kepada beberapa pemain bersama dua penjaga gawang, yakni Nadeo Arga Winata dan Muhammad Riyandi. Menurut Indra Sjafri segala sesuatunya perlu dipersiapkan menjelang babak semifinal tersebut. Apalagi Indra enggan menganggap remeh Myanmar.

“Ya kita siapkan segalanya untuk pertandingan semifinal. Myanmar bukan lawan yang mudah, namun kita punya keyakinan untuk bisa mengalahkan mereka,” terangnya.

Lebih lanjut, Indra mengatakan anak asuhnya dalam kondisi siap dan prima untuk menjalani pertandingan tersebut. Ia menjelaskan tim dokter dan fisik bekerja dengan baik, sehingga pemulihan pemain usai menjalani laga menghadapi Laos bisa dilakukan dengan baik.

“Alhamdulliah hari ini kita sudah recovery dan kita sudah siap menghadapi Myanmar, “ tegas Indra.

Disinggung mengenai sejarah Indonesia yang sudah 15 kali masuk semifinal sejak SEA Games 1977 dan hanya lima yang sukses menembus partai puncak, Indra Sjafri mengaku enggan memikirkan hal tersebut. Menurutnya, masa lalu biar menjadi kenangan. “Saya selalu berpikir positif saja, kita harus melihat ke depan dan optimistis,” tuntasnya.

Sementara itu, manajer tim Indonesia, Sumardji ikut membakar semangat para pemain. Dia mengajak pemain untuk berjuang dan bermain habis-habisan demi meraih tiket final.

“Kita semua akan tercatat dalam sejarah sepakbola Indonesia, jika bisa tampil di final dan juara. Inilah legacy yang harus kita wujudkan,” tandasnya.

Striker Timnas Osvaldo Haay menjadi ancaman bagi Myanmar. Pemain Persebaya Surabaya itu tampil impresif dengan mencetak 7 gol dalam 4 laga yang dimainkannya.

Portofolio ini menjadikan Osvaldo dan kolega sebagai tim yang berbahaya sepanjang babak penyisihan grup. Kendati demkian, juru taktik Myanmar Velizar Popov enggan mengomentari pemain tersebut. Menurutnya, kekuatan tidak hanya ada pada sosok Osvaldo, melainkan pemain lain.

“Indonesia benar-benar membuat kami kebingungan. Tak ada yang bisa kami bedakan mana tim inti dan pelapis, karena semua pemain bagus di tim. Osvaldo memang berbahaya, lalu apakah kami harus lupa mengawal Egy Maulana Vikri yang juga hebat,” ujar pelatih asal Bulgaria itu.

Timnas Indonesia U-22 memang memiliki begitu banyak pencetak gol di SEA Games 2019 ini. Selain Osvaldo yang sudah mengemas 7 gol, Egy Maulana Vikri sudah mencetak 3 gol sementara Saddil Ramdani mengoleksi 2 gol.

Sementara Myanmar, bukanlah tim yang bisa dianggap remeh. Dari empat kali laga di grup A, The Asia Tiger- sebutan Myanmar tak pernah kalah sekalipun (M 3, D 1). Lini belakang Indonesia juga wajib mewaspadai pergerakan Aung Kaung Mann. Striker berusia 21 tahun itu telah mencetak 3 gol dari gelaran kemarin. Posturnya yang mencapai 1,79 meter membuatnya dengan mudah mengambil sundulan berbahaya. (gie/fin/tgr)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.