Bank Terpacu Kembangkan Layanan Digital

Fintech Salurkan Pinjaman Rp 25 T

277
0
Loading...

JAKARTA – Sejumlah per­ban­kan nasional mulai ‘takut’ melihat perkembangan perusahaan financial technology (fintech) yang tumbuh subur di Indonesia. Dengan kemudahan, simpel, dan cepat, layanan ini menjadi populer di tengah-tengah masyarakat.

Perkembangan pesat itu adalah fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, saat ini yang sudah terdaftar ada 99 fintech, sedangkan 117 fintech masih menunggu izin OJK.

Data OJK hasil lembaga riset, pinjol berhasil menyalurkan Rp 25 triliun dan membuka lapangan pekerjaan hingga 250 ribu orang di tahun 2018.

Pertumbuhan pesat fintech itu yang membuat khawatir pelaku perbankan. Sehingga beberapa perbankan mulai melirik layanan yang bisa terkoneksi secara digital.

Misalkan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah memiliki aplikasi BNI Mobile Banking yang di dalamnya terdapat electronic form (E-form) BNI Griya atau produk kredit pemilikan rumah (KPR) milik BNI.

Loading...

“Mengajukan kredit rumah sekarang lebih mudah dan singkat karena dokumen pribadi seperti KTP dan NPWP bisa diunggah melalui aplikasi ini,” Direktur Retail Banking BNI Tampok P Setyawati.

“Jadi nanti calon debitur secara real time akan mendapatkan notifikasi melalui email berupa nomor kode pengajuan online BNI Griya. Kemudian marketing BNI akan menghubungi calon debitur untuk proses selanjutnya hingga kredit disetujui,” imbuh Tampok.

PT Bank CIMB Niaga Tbk sebelumnya sudah memiliki layanan pembukaan deposito melalui internet banking dan aplikasi Go Mobile. Selain itu, CIMB Niaga juga memiliki layanan pengajuan kredit melalui layanan internet banking bernama cimbclics.co.id.

PT Bank Bukopin Tbk pun juga telah memiliki aplikasi Wokee sehingga nasabah yang ingin melakukan transaksi mulai dari pembayaran bisa menggunakan Quick Response (QR), penarikan uang, mengirim uang, hingga membuat sub rekening.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga akan meluncurkan layanan pembukaan rekening tanpa harus ke kantor cabang. Sedianya akan dirilis pada 11 Maret 2019, karena sesuatu hal harus mundur, namun masih di bulan ini. “Ada hal teknis, jadi mungkin agak mundur (peluncuran layanan) diharapkan bisa tetap bulan ini,” kata Direktur BCA Jahja Sotiaatmadja.

Fenomena perbankan nasional mulai melakukan inovasi layanan dengan digital, pengamat ekonomi INDEF) Bhima Yudhistira melihat bahwa perbankan saat masih wait and see.

“Karena khawatir Google Apps for Work yang dibuat acceptance dan usage-nya rendah. Itu juga bergantung target nasabah si bank yang bersangkutan,” kata Bhima.

Perbankan, kata Bhima, juga akan melihat keuangannya mencukupi atau tidak untuk masuk ke layanan digital. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.