FKDT Tarik Suryana dari Pilkada Kabupaten Tasik, Ini Alasannya..

2184
1
PERNYATAAN SIKAP. Perwakilan pengurus FKDT Kabupaten Tasikmalaya memaparkan soal pernyataan sikap penarikan diri H Suryana dari pencalonan di Pilkada 2020, Minggu (9/8). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya bersikap untuk menarik diri H Suryana dari proses pencalonannya di Pilkada 2020. Pernyataan sikap disampaikan pengurus FKDT, Minggu (9/8).

Kepala Rumah Tangga FKDT Kabupaten Tasikmalaya Agus Mulyana SHi menjelaskan, setelah melakukan ikhtiar terkait dengan perjalanan Suryana di Pilkada Tasik, akhirnya FKDT mengambil sikap.

Baca juga : Warga Salawu Maling Hape di Masjid Agung Kota Tasik

“Kami bersepakat mengambil sikap, pertama setelah menyerap hal itu dan menyerap seluruh aspirasi yang ada di bawah ternyata hasilnya seluruh madrasah diniah masih berkeberatan untuk beliau (Suryana, Red) mencalonkan diri sebagai calon bupati/wakil bupati,” ujar Agus kepada Radar di Kantor FKDT Kabupaten Tasik, kemarin.

Keberatan tersebut, kata dia, H Suryana masih banyak meninggalkan kegiatan dan program-program di madrasah diniah. Kedua, belum adanya figur yang bisa menggantikan sosok

ketua umum FKDT Kabupaten Tasikmalaya untuk ke depannya. “Dan selanjutnya bahwa masih banyak program-program diniah yang belum terselesaikan. Di antaranya membangun perekonomian diniah agar bagaimana diniah bisa mandiri dalam sisi perekonomian,” terang dia.

Loading...

Kemudian, lanjut dia, bagaimana agar guru bisa bertahan untuk mengajar di madrasah diniah dan seluruh stakeholder yang ada di madrasah diniah.

“Untuk itu program yang sangat dicita-citakan ke depan bagaimana ekonomi diniah itu bisa kuat mengakar sampai ke bawah. Bisa mendirikan misalnya diniah mart ataupun warung diniah,” kata dia.

Dia menambahkan yang paling rasional saat ini Suryana adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya yang masih mempunyai waktu cukup untuk berkiprah.

“Dan kami merasa bahwa beliau masih lebih maslahat berkiprah di ASN. Apalagi dengan beliau berkiprah di ASN Kemenag bisa menjadi fasilitator antara Kemenag dengan FKDT dalam program-program kerja,” ungkap dia.

Terlebih, tambah dia, Suryana pun nanti bisa didorong sebagai pengajar atau dosen. Maka diakademik beliau berkecimpung di pendidikan yang sesuai dengan kiprahnya di organisasi FKDT yang notabene mengurus pendidikan madrasah diniah.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan FKDT Kabupaten Tasikmalaya Aang Iip Mubarok SSy menambahkan, sosok atau figur H Suryana itu masih dibilang sosok atau figur mahluk langka, kenapa? Di samping, ketegasan dalam memperjuangkan kebenaran juga sangat ketat dalam memegang prinsip yang dipegang olehnya, yang sangat jarang bisa diikuti oleh rekan-rekan di FKDT.

“Sehingga, apabila beliau terjun langsung kepada politik praktis, apalagi nanti menjadi bupati atau wakil bupati, jelas program-program madrasah diniah yang sudah dibangun dari awal bersama beliau itu akan ada kendala dan terganggu,” papar dia.

Baca juga : Jasad Remaja yang Terkapar di Terminal Indihiang Kota Tasik Dijemput Orang Tuanya

Karena, ungkap dia, baru saja mau pencalonan sudah banyak meninggalkan FKDT dan program madrasah diniah yang seharusnya bisa selesai sekian bulan, ini sudah beberapa bulan baru bisa dilanjutkan.

“Jadi dipandang lebih maslahat untuk sementara ditarik dulu dari pencalonan. Untuk fokus berkiprah di madrasah diniah dan beliau di ASN di Kemenag, karena sangat nyambung segala hal regulasi madrasah diniah masuk di Kemenag,” tambah dia. (dik)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.