FKKG SD Kota Tasik Bikin Modul Mudah Belajar dari Rumah di Masa Pandemi Corona

154
0
TUNJUKKAN. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Disdik Kota Tasikmalaya Asep Sudrajat Hardipraja SPd MAk (kanan) bersama Ketua FKKG SD Kota Tasikmalaya Purnomo Saputro MPd memperlihatkan modul pembelajaran dari rumah, Kamis (17/9). Modul ini diapresiasi oleh Kemendikbud RI. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
TUNJUKKAN. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Disdik Kota Tasikmalaya Asep Sudrajat Hardipraja SPd MAk (kanan) bersama Ketua FKKG SD Kota Tasikmalaya Purnomo Saputro MPd memperlihatkan modul pembelajaran dari rumah, Kamis (17/9). Modul ini diapresiasi oleh Kemendikbud RI. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Di masa pandemi ini, Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Kota Tasikmalaya berinovasi dengan membuat modul belajar untuk sekolah dasar (SD). Tujuannya untuk mengefektifkan program belajar dari rumah (BDR).

Ketua FKKG SD Kota Tasikmalaya Purnomo Saputro MPd mengatakan ide awal pembuatan modul pembelajaran SD ini karena banyak guru kelas yang kebingungan saat siswanya belajar dari rumah. Di sisi lain dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta pihak guru untuk tidak boleh membebani siswa dengan memaksakan menyelesaikan capaian kurikulum.

“Jadi sejak pandemi Covid-19 ini kita tidak mungkin menerapkan kurikulum normal kepada anak. Akhirnya kita berinisiatif untuk menyederhanakan materinya namun tetap mengacu pada muatan Kurikulum 13,” katanya kepada Radar, Kamis (17/9).

Modul itu diluncurkan pada Juli dengan isi kurikulumnya fleksibel. Sehingga guru pun bisa memberikan tugas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. “Diharapkan modul tersebut dapat mempermudah guru dan orang tua untuk menjalankan pembelajaran siswa selama belajar dari rumah,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah mendapatkan apresiasi dari Kemendikbud atas kreativitasnya dalam membuat media pembelajaran modul khusus di masa darurat. Prinsipnya harus mempunyai gagasan dan selalu berusaha memunculkan metode pembelajaran yang ramah, tidak harus menunggu pandemi ini berakhir.

“Modul ini ada untuk menyiapkan pembelajaran dalam kondisi khusus. Maka guru jangan sampai memberikan tugas saja atau ingin mengejar kurikulum, karena dikhawatirkan munculnya gejala sosial,” katanya.

Ia menceritakan, pemanfaatan sistem modul ini diserahkan kepada guru kelasnya. Ada yang menggunakan daring ataupun offline. Lanjutnya, materi siswa SD itu belajar per-tema dan dipadatkan membuat materinya menjadi simple. “Jadi setiap kelas bawah ada empat tema dan kelas atas mendapatkan lima tema setiap semesternya,” ujarnya.

Pihaknya pun selalu mengevaluasi tema. Dengan meminta masukan dari guru-guru. Modul tersebut sudah direvisi sebanyak dua kali untuk memperbaiki materinya dan dilengkapi media pembelajaran.

“Akhirnya dibuatkan video dan link video pembelajarannya. Dengan begitu guru dan orang tua mampu memberikan pemahaman isi dari modul tersebut,” katanya.

Hasilnya, modul hasil karyanya tersebut sudah digunakan oleh guru SD di Indonesia, termasuk 87 persen guru SD di Kota Tasikmalaya. “Guru yang belum menggunakan model ini ada 13%, saya mengajak bersama-sama memakainya, sehingga dapat memberikan masukan ketika ada kekurangan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Disdik Kota Tasikmalaya Asep Sudrajat Hardipraja SPd MAk mengatakan, dalam mengatasi krisis, pihaknya mulai melaksanakan langkah antisipasi untuk ketertinggalan pengembangan ilmu pendidikan di masa Covid-19. Caranya meningkatkan kompetensi dan memaksimalkan KKG atau MGMP dalam membuat pedoman pembelajaran atau modul pembelajaran.

“Kita mendorong dan mendukung guru agar berani mengambil langkah cepat memaksimalkan model belajar dari rumah,” katanya.

Ia pun berterima kasih kepada FKKG SD Kota Tasikmalaya atas inovasi produk pembelajarannya yaitu modul pembelajaran dari rumah tentang literasi dan numerasi.

“Maka hadirnya model itu dapat membantu atau memfasilitasi guru untuk mempermudah proses belajar dari rumah (BDR),” ujarnya.

Apalagi modul ini bisa digunakan secara daring (dalam jaringan). Selain itu, ketika ada keterbatasan fasilitas media pembelajaran, bisa menggunakan metode luar jaringan (luring). (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.