Floating Market Masih Menjadi Favorit

23

DIBUKA sejak November 2012, tempat wisata Floating Market yang berlokasi di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung terus diminati wisatawan lokal dan internasional.

Kehadirannya semakin melengkapi kawasan wisata Bandung atas yang sejak beberapa tahun terakhir terus dikunjungi apalagi memasuki momen libur panjang.

Floating Market adalah tempat wisata keluarga yang menawarkan berbagai keseruan di dalamnya. Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang tersaji mulai dari danau buatan sampai taman bunga yang terhampar luas.

Memiliki luas area mencapai 11,2 hektar, butuh waktu ber jam-jam untuk bisa mengeksplor keseluruhan sudut ditempat ini. Disambut dengan danau buatan dan tulisan ‘Floating Market’, pengunjung bisa mengawali perjalanannya dengan berjalan kaki menuju pasar terapung.

Sejak awal dibuka, Floating Market viral di media sosial karena adanya tempat makan atau foodcourt dengan konsep mirip seperti pasar terapung yang ada di Pulau Kalimantan.

Bedanya, disini pengunjung tidak perlu bersusah payah mendayung perahu untuk menyusuri setiap stand makanan. Cukup berjalan dipinggiran danau, penjual dan pembeli bisa langsung melakukan transaksi.

“Pakai konsep pasar terapung kami olah karena memang sengaja dibuat agar yang datang tertarik,” ucap Public Relation Perisai Group, Intania Setiati, ditemui Radar di lokasi, belum lama ini.

Khusus di pasar terapung, pihak pengelola hanya menyediakan jajanan kecil guna mengganjal perut. Berbagai jajanan tradisional Indonesia dihadirkan disini.

Sebut saja, sate kelinci khas Lembang, sate padang, seblak, tutut, mie kocok, bihun goreng, es cendol, es durian, dan masih banyak lagi.

Dibandrol dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, tempat ini bisa dijadikan pemberhentian sementara sebelum kembali menjelajah wahana lainnya.

Sebanyak 46 Perahu dengan ragam jajanan yang bisa dibeli pengunjung menggunakan uang khusus Floating Market. Bukan uang kertas pada umumnya, disini setiap melakukan transaksi wajib menggunakan uang koin yang bisa ditukarkan di counter penukaran uang.

Nominal yang disediakan adalah 5,10 dan 20 ribu. Intan, sapaan akrabnya menuturkan uang koin khas Floating Market memang dibuat spesial. Sehingga tidak jarang uang koin yang tidak habis terpakai dibawa pulang untuk dijadikan buah tangan.

“Uang koinnya beda, dibuat khusus dari bahan berkualitas. Disini kan tidak terima refund, jadi kalau menukar uang Rp 100 ribu, ya harus habis segitu. Nah pengunjung itu sengaja mereka di sisakan buat oleh-oleh,” terangnya.

Setelah mengisi perut dipasar terapung, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju wahana taman kelinci dan miniatur kereta api.

Intan menyebut wahana miniatur kereta api di Floating Market menjadi yang terbesar di Indonesia dan berlokasi di luar ruangan dengan perbandingan skala 1:24.

Ada juga Kyotoku, disini pengunjung bisa menjajal berbagai spot dengan konsep negara Sakura, Jepang.

Mau berkeliling danau menggunakan perahu sampan? Dibandrol dengan biaya Rp50 ribu sampai Rp70 ribu, pengunjung bisa merasakan mendayung sampan dan melihat hewan-hewan dibawah danau, tidak ketinggalan tanaman teratai yang menghiasi sepanjang bibir danau.

Kesempatan ini diberikan untuk durasi 30 menit.

Kemudian wahana Rainbow Garden, taman bunga yang terhampar luas memanjakan mata pengunjung yang datang kesini. Terdapat puluhan bunga yang sengaja ditanam juga spot foto instagramable.

“Konsep tanaman bisa dikonsumsi dan dipakai untuk hiasan garnish makanan di restoran, makanan yang disajikan di tata seapik mungkin,” katanya.

Kemudian, wahana swimming pool semakin melengkapi keceriaan di Floating Market.

Terbagi menjadi dua, yakni hijab dan umum, sehingga wanita berjilbab bisa leluasa berenang disini karena berada di ruangan khusus. Untuk menikmati fasilitas swimming pool, pengunjung dibandrol dengan harga Rp 50 ribu.

Terakhir, wahana yang tidak kalah menarik adalah Kota Mini. Wahana yang baru saja dibuka ini menawarkan wisata edukasi dalam bentuk profesi.

Jadi pengunjung bisa mengenalkan ragam profesi kepada anak-anak sekaligus mempelajari bidang yang diminati anak. Profesi yang bisa dicoba seperti polisi, salon, pemadam kebakaran, pengasuh bayi, dan masih banyak lagi.

(Nur Fidhiah Shabrina/Radar Cirebon)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.