Wabup: Wabah DBD Belum Masuk KLB

Fogging di Wilayah Rawan!

18
0

TAROGONG KIDUL – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang beberapa kecamatan di Kabupaten Garut belum termasuk dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Belum KLB lah, itu kejadiannya masih biasa. Belum banyak dan bisa ditangani,” ujarnya kepada wartawan Minggu (3/2). Menurut dia, penyebaran wabah DBD saat ini memang hampir merata di setiap kecamatan, terutama di tiga kecamatan yakni Cibatu, Selaawi dan Limbangan.

Dengan penyebaran yang merata, kata dia, otomatis pasien yang masuk ke Puskemas menjadi banyak. “Selain di tiga kecamatan, sekarang mulai muncul di wilayah Tarogong. Tetapi jumlahnya kami belum tahu,” terangnya.

Helmi menerangkan saat ini Pemkab Garut terus waspada dan melakukan antisipasi penyebaran wabah DBD. “Sekarang pasiun DBD yang mendapatkan perawatan baru suspect, belum positif,” terangnya.

Terkait jumlah masyarakat yang terjangkit DBD, Helmi mengaku belum mengetahui jumlahnya berapa, tetapi dirinya meyakini jumlah tidak mencapai ratusan orang. “Saya yakin, tidak ada masyarakat yang meninggal dunia akibat wabah DBD ini,” terangnya.

Helmi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya untuk menghindari wabah DBD. “Buang barang yang menjadi tempat sebagai sarang nyamuk. Intinya selalu jaga kebersihan,” terangnya.

Helmi juga sudah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging ke seluruh wilayah yang rawan terjangkit DBD. “Kita sudah intruksikan agar dilakukan fogging pada setiap daerah rawan DBD,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga di tiga kecamatan yakni Limbangan, Cibatu dan Selaawi terjangkit demam berdarah dengue (DBD) Rabu (30/1). Mereka dirawat di Puskesmas Limbangan. Sisanya dirujuk ke Rumah Sakit dr Slamet. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.