Legislator, DPRD Kota Tasikmalaya

Fokus Pembangunan Akhlak dan Sarana Ibadah

8
H. DAYAT MUSTOPA S.IP

Tiga puluh lima tahun berkarier di birokrasi, cukup menjadi pengalaman dan bekal bagi H Dayat Mustop S.IP, untuk melanjutkan pengabdiannya di masyarakat. Terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2014-2019, memacu semangat dari mantan Camat Cibeureum ini, untuk lebih banyak belajar mengenai tugas pokok dan fungsi sebagai anggota DPRD.

“Selagi kita bekerja sesuai atur­an, maka tidak perlu ada yang d­ikhawatirkan dan ditakutkan. Ma­ka dari itu pahamilah tiga fungsi be­sar seorang anggota DPRD yaitu, legis­lasi, budgeting, pengawasan,” te­gas pria yang hobi olahraga tenis lapangan ini.

Hampir lima tahun mewakili masyarakat dan bertugas di Komisi I dan Badan Kehormatan DPRD Kota Tasikmalaya, banyak tugas yang sudah dilaksanakan dan diselesaikan Dayat. Mulai dari ikut serta di beberapa panitia khusus (pansus), melaksanakan pengawasan baik secara hearing maupun terjun langsung ke masyarakat, menerima tamu dari berbagai daerah yang ingin study banding ke DPRD Kota Tasikmalaya, bahkan menerima audiensi juga demo dari masyarakat, serta berbagai aktivitas lainnya.

“Kalau di kantor itu (DPRD, red) saya terkenal sebagai ganjel (penahan, red). Kalau ada yang demo ke DPRD atau audiensi, saya sering ditugaskan untuk menerima. Bagi saya, senang-senang saja, namanya sudah tugas, ya harus dilaksanakan. Di situlah kesempatan kita untuk bertemu masyarakat, memberikan penjelasan terkait apa yang harus dijelaskan. Terutama terkait tugas dan fungsi DPRD,” jelas suami dari Hj. Sri Sulastriningsih ini.

Dipandang sebagai salah satu anggota DPRD yang paham akan birokrasi, Dayat pun kerap ditugasi untuk ikut serta dalam pembahasan panitia khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota. Melalui pembahasan inilah, kata Dayat, dirinya bisa berinteraksi langsung dengan seluruh mitra kerja dari pihak eksekutif. Sehingga bisa mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pemerintah serta mencari solusi terbaik yang bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui rekomendasi-rekomendasi atau pun catatan-catatan dari legislatif, Diharapkan ada perubahan ke arah yang semakin baik. Meskipun diakui Dayat, tidak semua rekomendasi dari DPRD dilaksanakan oleh pihak eksekutif.

“Dalam tufoksi pengawasan kita punya rekomendasi-rekomendasi, kadang ada yang tidak dilaksanakan. Meskipun harapan kami di DPRD apa yang direkomendasikan itu bisa dilaksanakan tujuannya untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kota Tasikmalaya yang akan menginjak usia delapan belas tahun, menurut Dayat, banyak perubahan dan perkembangan. Infrastruktur jalan, jembatan, drainase, taman, saran ibadah dan lainnya banyak dibangun. Semua pembangunan ini tidak lepas dari peran seluruh anggota DPRD beserta Wali Kota dan jajarannya, yang bekerja sebaik dan sekemampuan untuk bisa mewujudkan masyarakat sejahtera.

Namun demikian, kata Dayat, masih ada beberapa hal yang belum tercapai secara maksimal. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat yang biasa diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan juga pelayanan dasar masyarakat.

“Kita harus lebih meningkatkan lagi sarana dan prasarana kesehatan. Sarana pendidikan agar semua anak usia sekolah, betul-betul bersekolah dan yang ketiga adalah mempermudah segala bentuk pelayanan kepada masyarakat. Karena itu tadi, tugas pemerintah ini adalah membuat masyarakatnya sejahtera,” tegasnya.

Dalam meningkatkan IPM ini, lanjut Dayat, tidak semudah membalikkan telapak tangan, terlebih saat ini ada perubahan kebijakan, di mana untuk sekolah tingkat menengah atas, semua kebijakan sudah dialihkan ke provinsi.

Dalam bidang kesehatan, dirinya sangat mendukung dengan dibangunnya puskesmas-puskesmas yang berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga semua standar pelayanannya sama. Sedangkan untuk bidang pelayanan publik, kata Dayat, semua dinas yang ada hampir semuanya memiliki fungsi pelayanan, baik itu Dinas Perdagangan, Dinas Kependudukan, Dinas Arsip, perizinan dan lainnya setiap harinya melayani masyarakat secara langsung, sehingga perlu adanya sistem pelayanan yang inovatif.

“DPRD sangat mendukung apabila program-program dari pemerintah memang betul-betul menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat. Melalui kebijakan yang dimiliki DPRD, baik itu kebijakan anggaran maupun membuat peraturan dan pengawasan, kenapa tidak kalau programnnya baik, pasti kami dukung,” jelasnya lagi.

Untuk ke depannya, jelas Dayat, ada banyak hal yang masih harus dikerjakan dan dilanjutkan oleh pemerintah. Selain pembangunan infrastruktur yang skala besar, juga harus bisa membangun infrastruktur hingga ke pelosok-pelosok wilayah kelurahan, bahkan sampai ke tataran Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).

“Sehingga pembangunan fisik bisa merata sampai ke gang-gang,” harapnya lagi.

Akan tetapi, kata Dayat, ada pembangunan lain yang menjadi fokus perhatian dirinya, selain infrastruktur. Yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan akhlak juga pembangunan sarana ibadah seperti masjid dan madrasah.

“Kami di DPRD tidak memiliki kebijakan yang penuh sampai ke teknis, tapi setidaknya kami mendorong dan mengawal pemerintah agar memiliki program-program unggulan yang bisa diterapkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, kita juga dorong untuk mulai bergeser ke pembangunan sarana ibadah seperti masjid dan madrasah, supaya bisa digunakan masyarakat untuk sarana pendidikan keagamaan. Melalui pendidikan keagamaan inilah kita berupaya untuk lebih fokus pada pendidikan ahlak generasi penerus kita,” tegasnya.

Suka dan duka dilalui Dayat dalam kurun waktu lima tahun ini. Menjabat sebagai anggota DPRD yang juga dianggap serba bisa, serba ada, serba mampu dan serba segalanya, menjadi tantangan tersendiri bagi pria yang lahir di tahun 1956 ini.

Sehingga pria yang pernah menjabat sebagai Camat Cipedes ini pun kerap mengedukasi masyarakat mengenai berbagai aturan yang harus ditempuh.

“Di saat reses, selain mendengarkan aspirasi masyarakat, sedikit-sedikit saya juga mengedukasi tentang berbagai aturan, berbagai tata cara pengajuan dan sebagainya supaya masyarakat paham,” harapnya. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.