Legislator, DPRD Kota Tasikmalaya

Fokus Perjuangkan Pedagang Kecil

68
0
Ishak Parid
Loading...

Sudah hampir dua periode sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya, banyak hal yang sudah dilakukan oleh Ishak Parid. Bila di periode tahun 2009-2014, Ishak bertugas di komisi I, di periode 2014-2019 dia bertugas di komisi IV.

Salah satu program yang menjadi fokus perhatiannya kini yakni membina para pedagang. Khususnya para pedagang kecil seperti pedagang gorengan, warungan dan roda dorong. Karena jumlahnya saat ini, kata Ishak, per kelompok terdiri dari sepuluh orang. Sedangkan jumlah kelompoknya sekitar lima puluh kelompok.

“Mereka semua pedagang-pedagang kecil. Gorengan ada 50 kelompok, warungan juga, kemudian roda dorong juga sama. Saat awal pembentukan kelompok di tahun 2009 lalu, rata-rata mereka sedang terbelit persoalan,” ungkap pria alumni dari Ma’had Ali Ponpes Huda Manonjaya ini.

Melalui bantuan permodalan yang diperjuangkannya, kata dia, saat ini ada perbaikan dan perubahan untuk kondisi ekonomi sejumlah pedagang binaannya.

Tidak hanya memperhatikan pedagang kecil, Ishak pun berupaya mewujudkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Salah satunya listrik pra sejahtera yang digulirkan periode 2009-2014.

Loading...

Saat itu jumlahnya, kata Ishak, sebanyak 520 rumah yang dipasang listrik pra sejahtera. Selain itu juga rumah tidak layak huni. Per tahunnya Ishak memperjuangkan rata-rata 17 rumah tidak layak huni.

“Kita berkolaborasi dengan masyarakat untuk mewujudkan apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan, dan juga mematuhi setiap prosedurnya,” tegas Ishak.

Seperti di periode tahun 2014-2019, lanjut Ishak, banyak aturan berubah. Salah satunya tentang bantuan sosial, bukan berarti tidak ada, akan tetapi tidak bisa secara langsung, melainkan harus melalui lembaga berbadan hukum. Kemudian untuk yang sekarang ini, usulan dulu, baru anggaran. Sehingga inilah yang ingin diperjuangkan, karena tidak semua masyarakat punya badan hukum.

“Seharusnya ada klasifikasi-klasifikasi sesuai jumlah bantuan yang diberikan, hal-hal ini sedang dipikirkan, agar hak-hak masyarakat bisa terpenuhi dan aturan pun tetap ditempuh,” jelasnya.

Berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPRD, yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan, Ishak mengungkapkan dari segi regulasi DPRD selalu berusaha untuk bisa menghasilkan regulasi atau peraturan-peraturan daerah yang berpihak kepada masyarakat.

Sudah banyak perda-perda inisitif DPRD yang memang dibuat berdasarkan ajuan masyarakat, yang kemudian dibahas oleh Badan Legislasi serta diproses menjadi peraturan daerah.

Untuk penganggaran, lanjut Ishak, sejauh ini memang masih banyak yang harus disesuaikan. Dia mencontohkan dalam program pembangunan Kota Tasikmalaya, berpegangan pada tahun tema. Seperti tahun ini, temanya adalah peningkatan daya beli masyarakat. Akan tetapi, masih ada pembangunan infrastruktur.

“Memang kalau melihat postur anggaran yang ada angkanya masih banyak ke infrastruktur,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah ingin meningkatkan infrastruktur di daerah pinggiran untuk menuju pusat kota. Perhitungannya, akan mendukung terhadap roda ekonomi.

“Tapi bagi masyarakat ketika jalannya bagus, tapi modal juga tidak ada, sama saja tidak bisa bergerak, sehingga kami pun memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat,” paparnya lagi.

Dari tufoksi pengawasan, Ishak menuturkan dari sisi laporan eksekutif sudah bagus. Akan tetapi apa yang ditemukan di lapangan tidak sejalan dengan laporan.

“Masih banyak pelayanan-pelayanan dari dinas yang harus lebih ditingkatkan. Sehingga bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat,” terangnya.

“Dalam menilai kinerja mitra kerja, saya selalu objektif memberikan penilaian. Mitra kerja sudah berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik, mengelola anggaran transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Sebab, kata dia, dalam hal pelayanan memang tidak akan ada yang sempurna. Contohnya ketika dari sepuluh pelayanan, sembilan memberikan nilai baik, dan satu memberikan nilai jelek, maka yang sembilan ini akan tertutup. ”Makanya untuk penilaian ini kita bersifat objektif,” jelasnya.

Meskipun masih banyak yang harus dibenahi ke depan, tutur Ishak, dia ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat. Karena amanah yang berikan masyarakat, merupakan tugas yang harus diperjuangkan.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan ini akan terus saya perjuangkan untuk masyarakat sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Saya terus berusaha memperjuangkan apa yang menjadi tanggung jawab saya,” pungkasnya. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.