Forkopimda Kota Banjar Melakukan Mediasi Dengan Penggarap Lahan

23
MEDIASI. Forkopimda Kota Banjar memediasi antara penggarap lahan dengan pihak PTPN VIII di Aula Rapat Mapolres Banjar Rabu (13/3). (Anto Sugiarto / radartasikmalaya.com)

BANJAR – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjar melakukan mediasi dengan masyarakat atau penggarap lahan PTPN VIII di Blok Citayem Bantardawa Desa Rejasari. Kegiatan itu dilangsungkan di Aula Rapat Mapolres Banjar Rabu (13/3).

“Mediasi ini bertujuan supaya ada solusi terbaik bagi PTPN maupun masyarakat,” ujar Kapolres Banjar sekaligus mediator AKBP Yulian Perdana SIK. Upaya mediasi sebagai langkah preventif supaya tidak terjadi konflik sosial.

Kepala Kantor BPN Kota Banjar Ristendi Rahim mengatakan ada dua solusi penyelesaian yang bisa dilakukan antara PTPN VIII dengan masyarakat. Pertama, melalui mediasi.

Kedua, harus dilakukan kerja sama atau MoU antara masyarakat penggarap tanah dengan pihak PTPN VIII selaku pemilik tanah ”Solusinya seperti itu tadi, keduanya harus saling menerima sehingga terwujud win win solution,” tegasnya.

Wakil Kepala PTPN VIII Yayan Arianto mengaku sebenarnya pertemuan pada 6 Maret pihaknya sudah memberikan solusi.

“Ada 11 hektare lahan di Blok Citayem Bantardawa Desa Rejasari. Hanya ada 2 hektare yang bisa digarap. Kita sudah siapkan lahan eks tebangan dengan luas 40 hektare yang bisa digarap oleh masyarakat,” jelasnya.

Perwakilan penggarap Imam berharap penggarap (petani) dengan pihak PTPN VIII bisa sejalan dan tidak saling merugikan satu sama lain.

“Kita siap melakukan apapun untuk menyelesaikan permasalah ini dengan baik, apalagi ini demi kebaikan bersama,” tuturnya. (nto)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.