Formasi Dokter Spesialis Belum Terisi Calon Peserta CPNS Kota Tasik Baru 2.994

3

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Berdasarkan Rekap Pendaftaran Instansi Pemerintah Kota Tasikmalaya hingga Senin (8/10), pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mencapai 2.994 orang. Namun, dari jumlah tersebut, beberapa formasi belum terisi salah satunya dokter spesialis yang akan di tempatkan di RSUD dr Soekardjo.

Dari 14 formasi dokter spesialis mulai dari bedah, bedah tulang, dalam, jantung, jiwa, kulit dan kelamin, mata, paru, patologi anatomi, radiologi, rehab medik serta syaraf. Belum ada satu pun pelamar yang masuk dalam data dan diverifikasi Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmlaya.

Berbeda dengan pelamar pada jabatan Pengelola Sistem Informasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Dari 5 formasi, pelamar sudah tembus di angka 184 orang. Disusul Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) jumlah formasi untuk Jabatan Pranata Komputer Terampil sebanyak 10 formasi, sudah terisi lamaran sebanyak 163 orang.

Kepala Bidang Pembinaan Data Informasi dan Formasi BKPPD Kota Tasikmalaya Dimas Iskandar meyakini pelamar masih akan terus bertambah hingga batas waktu penutupan pendaftaran pada 15 Oktober 2018. “Terakhir, hari Sabtu (6/10) itu masih di angka 2.600-an pelamar yang sudah terverifikasi. Dan saat ini sudah menyentuh 2.800 lebih,” tuturnya kepada wartawan.

Dia mengakui adanya kendala teknis seperti gangguan koneksi jaringan saat pelamar menginput data, menjadi salah satu hambatan. “Tim help desk kami terus memberikan layanan informasi, terutama kendala yang dirasakan para pelamar. Seperti kesulitan mengupload data atau mengirimkan dokumen. Rata-rata itu kendalanya,” jelas Dimas.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Aslim SH MH menyayangkan adanya kekosongan pada formasi dokter spesialis untuk mengisi kebutuhan di RSUD dr Soekardjo. Pihaknya mempertanyakan apa yang menjadi persoalan sehingga formasi itu tidak diisi pelamar. “Memang kalau dokter spesialis itu, rata-rata usianya 35 tahun ke atas. Tentu ini akan jadi masalah, kalau tidak terisi ya sayang kuota CPNS kita,” keluhnya.

Aslim mendorong Pemkot proaktif berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat, disamping DPRD akan turut serta melakukan dukungan politis supaya kuota yang telah dialokasikan tidak mubazir. Apalagi, kuota bagi Kota Tasikmalaya hanya terakomodir sekian persen dari keseluruhan kebutuhan ideal kepegawaian. “Sementara formasi lainnya kita lihat sudah ada, rata-rata terisi seperti guru, staf OPD dan lain sebagainya. Tinggal dokter spesialis kelihatannya,” jelas Aslim. (igi)

loading...