Forum OSIS Tasik Diberi Pendidikan HAM

33
0
SEMINAR VIRTUAL. Pemateri dan peserta mengikuti event Radar Leader Class (RLC) Lawan Pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom, Kamis (28/1). Tema yang diusung tentang Pemahaman Hukum dan HAM.
SEMINAR VIRTUAL. Pemateri dan peserta mengikuti event Radar Leader Class (RLC) Lawan Pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom, Kamis (28/1). Tema yang diusung tentang Pemahaman Hukum dan HAM.
Loading...

TASIK – Episode ketiga, Radar Tasikmalaya bekerja sama dengan provider IM3 dan Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) dari KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya menyelenggarakan Radar Leader Class (RLC) Lawan Pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom, Kamis (28/1).

Tema yang diusung yakni Pemahaman Hukum dan HAM Berkenaan dengan Hak Anak Atas Pendidikan.

Pemateri RLC dari Fungsional Umum Bagian Bantuan Hukum dan Kerjasama Daerah Setda Kota Tasikmalaya Epi Mulyana SH MH mengatakan, siswa yang mengikuti RLC ini pada prinsipnya agar mengetahui Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurutnya, mereka harus mengetahui hak-hak anak agar dapat menjalani masa kecilnya dengan kebahagiaan, terpenuhi hak-haknya dan terjamin kebebasannya.

“Seluruh anak memiliki hak yang sama tanpa pengecualian, tanpa perbedaan. Semuanya berhak untuk menikmati hak-hak itu, demi terwujudnya kesejahteraan anak,” katanya kepada Radar, Kamis (28/1).

loading...

Artinya HAM tersebut, kata Epi, bisa melekat pada anak karena pada hakikatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang.

“Itu demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Sebagaimana diatur dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” ujarnya.

Dengan adanya pembinaan dan pendidikan ini, siswa juga dituntut untuk memahami 10 Hak Dasar yang dimiliki manusia. Seperti hak untuk hidup, hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan, hak mengembangkan diri dan hak memperoleh keadilan.

Serta, lanjut Epi, ada hak atas kebebasan pribadi, hak atas rasa aman, hak atas kesejahteraan, hak turut serta dalam pemerintahan, hak wanita dan hak anak.

“10 Hak Dasar itu satu sama lainnya saling bertautan, berkesinambungan dan saling memenuhi. Sehingga adanya hak anak agar mereka bisa terlindungi dari segala bentuk penelantaran, kekerasan, pelecehan, eksploitasi dari keluarga,” katanya.

Ataupun bentuk-bentuk tindakan kejam dan perlakuan seenaknya dalam proses peradilan pidana. Oleh karenanya, setelah mendapatkan pengetahuan tentang HAM dan hak anak.

Epi berharap siswa tergerak di lingkungan sekolahnya masing-masing bisa memulai dengan membentuk komponen masyarakat, mahasiswa, pemuda, pelajar, pegiat serta duta hukum dan HAM (Komppeta HAM).

“Kita semua juga dituntut untuk mau berkontribusi dalam pemenuhan, kemajuan, penghormatan, penegakan dan perlindungan HAM. Tentunya dengan berkarya di lingkungannya masing-masing dengan kemampuan yang ada,” ujarnya.

Ketika siswa akan mengkampanyekan HAM dan Hak Anak Atas Pendidikan boleh berkoordinasi dengan Pengurus RT/RW, Kelurahan/Desa dan Bagian Hukum Kabupaten atau Kota.

Itu dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas siswa dalam mendapatkan hak 10 dasar. “Sehingga bisa menjadikan siswa kita paham atau sadar hukum,” katanya.

Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini, anak juga harus mendapatkan hak atas rasa aman atas kesehatannya. Caranya sekolah, pemerintah, dan orang tua berkewajiban untuk mendidik mereka agar memperhatikan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

“Sehingga anak mendapatkan perhatian dalam menerapkan 3M plus yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak mendapatkan perhatian serta menjauhi kerumunan,” katanya.

Koordinator Kegiatan RLC Tina Agustina mengatakan, RLC ini sebagai kegiatan belajar siswa agar paham tentang hukum dan hak anak. Itu demi kepentingan anak, sehingga mendapatkan perhatian dalam semua tindakan, perlakuan, ataupun keputusan-keputusan yang harus dilaksanakan oleh lembaga-lembaga kesejahteraan sosial pemerintah, lembaga peradilan dan lembaga pemerintahan.

“Dengan mendapatkan wawasan baru tentang HAM dan hal-hal mengenai kepentingan terbaik untuk anak, maka anak bisa mendapatkan perlindungan hukum,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.