Forum Pesantren Boikot Indomaret, Santri dan Keluarga Pesantren Diimbau Belanja ke Warung Biasa

1247
0
SANTRIWATI BERORASI. Santriwati Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya saat berdemonstrasi di depan Indomaret Manonjaya Jumat (3/1). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
SANTRIWATI BERORASI. Santriwati Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya saat berdemonstrasi di depan Indomaret Manonjaya Jumat (3/1). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya turut bereaksi terhadap kejadian yang menimpa santri Ponpes Miftahul Huda Manonjaya. Indomaret pun sudah masuk dalam daftar hitam pesantren.

Hal itu diungkapkan Ketua FPP Kabupaten Tasikmalaya H Anwar Nasori. Dia mengatakan bahwa santri di setiap pondok pesantren merupakan kesatuan. Maka dari itu ketika salah satu santri disakiti maka santri lainnya akan bereaksi.

“Santri juga sudah menjadi satu kesatuan dengan pesantren, jadi pesantren pasti ikut bereaksi,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (3/1).

Pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran pernyataan sikap ke seluruh Ponpes di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya yakni melakukan aksi boikot Indomaret. “Ya, kita minta seluruh keluarga pesantren tidak berbelanja di Indomaret,” tuturnya.

Menurutnya, berbelanja ke warung di dekat pesantren dan pasar tradisional akan lebih baik dibandingkan ke minimarket. Selain lebih murah, juga bisa menyejahterakan warga lokal.

“Lebih baik saling membantu dengan tetangga yang buka warung,” tuturnya berpesan.

Indomaret sendiri, kata H Anwar, mengatakan memiliki sistem yang serupa di setiap minimarket. Maka dari itu aksi boikot ini bukan hanya terpaku kepada satu minimarket saja. “Mereka kan punya sistem yang sama, biar mereka perbaiki lebih baik,” katanya.

Selain itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan konsolidasi ponpes di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Rencananya akan ada gerakan tausiyah ke setiap Indomaret yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

“Jadi akan ada gerakan ke Indomaret di setiap kecamatan,” tuturnya.

Terpisah, KH Didi Abdul Hadi dari keluarga besar Ponpes Miftahul Huda meminta supaya pihak Indomaret sesegera mungkin melakukan apa yang menjadi tuntutan para santri. Jika tidak ada reaksi yang serius, tidak menutup kemungkinan akan ada gerakan yang lebih besar.

“Kalau tuntutan santri diabaikan, bisa jadi ada gerakan lanjutan yang lebih besar,” tutur KH Didi. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.