Forum Rumah Sakit Kota Tasik Bahas Rencana Kenaikan Tarif BPJS

42
0

CIHIDEUNG – Seluruh direktur rumah sakit se-Kota Tasik beserta tim tarif atau dari bagian keuangan masing-masing rumah sakit yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rumah Sakit Kota (Fornik Maskot) Tasikmalaya, berkumpul di Rumah TMC, Kamis (18/7).

Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan saling tukar pikiran terkait terbitnya beberapa regulasi terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta membahas soal rencana kenaikan tarif BPJS yang esensinya memberarkan operasional pihak rumah sakit.

Hal itu dibenarkan Ketua Fornik Maskot Tasikmalaya, dr Dudun Abdullah. Kata dia yang ditemui usai rapat tersebut, pihaknya memutuskan membahas tim perumus untuk menentukan langkah selanjutnya untuk keberlangsungan operasional rumah sakit.

Sebab, mau tak mau yang namanya regulasi dari pemerintah pusat harus diterapkan seluruh rumah sakit. “Jadi kesimpulannya kita bentuk tim perumus untuk mengantisipasi regulasi dari Kemenkes mengenai BPJS,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

“Jadi perlu kita sikapi itu dan tentunya ada hal-hal yang perlu disepakati bersama tentang tarif yang akan berjalan di BPJS, kemudian kita tentukan dan tetapkan bersama nantinya. Karena yang namanya regulasi dari pusat memang harus kita terapkan,” sambungnya.

Tetapi, terang dia, sikap dari keputusan pihak rumah sakit soal ini belum bisa diungkapkan lebih detil. “Karena nanti dibahas oleh tim kecil atau kita sebut tim perumus dan menyusunnya. Nanti akan kita plenokan. Karena kita tak bisa mengelak dari aturan itu,” terangnya.

Pastinya, jelas dia, dalam rapat tersebut tidak terjadi perdebatan yang berujung menentang terhadap regulasi Kemenkes itu.

“Tapi ya kita akan bahas bagaimana jika diterapkan dan tentunya tidak mengganggu terhadap pelayanan masyarakat, tetap menaati aturan dan operasional rumah sakit tak terganggu,” jelasnya.

Dia memastikan, tim perumus ini akan membahas regulasi-regulasi tersebut paling lama sekitar 3 minggu dan jika sudah dirumuskan nanti akan ditetapkan bersama melalui pleno.

“Jadi nanti kita sepakati bersama hasilnya dan tidak saling menyalahkan. Yang pasti regulasi itu memang harus diterapkan walaupu memberatkan. Jadi kita pikirkan nanti dalam sistem paket yang singkron dengan aturan baru,” pungkasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.