FPIC Minta Kepala KPP Pratama Ciamis Diganti

627
1
AUDIENSI. Massa FPIC audensi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis di Jalan Drs H Soejoed, meminta Kepala KPP Pratama diganti. Iman sr/ radar tasikmalaya.

CIAMIS – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Islam Ciamis (FPIC) menggelar audensi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis, di Jalan Drs H Soejoed, Selasa (2/7) sekitar pukul 10.00.

Tujuannya, meminta Kepala KPP Pratama Ciamis, Aporen Siregar diganti. Pasalnya, Aporen ditenggarai telah menyinggung terhadap keyakinan salah seorang satpam, yang memelihara janggut.

Pantuan Radar, sejak aksi digelar, massa melakukan orasi secara bergantian. Lalu beberapa orang perwakilan langsung dipersilahkan untuk audensi di lantas atas gedung KPP Pratama.

Sayang, dalam pertemuan tersebut Kepala KPP Pratama Ciamis, Aporen Siregar tidak hadir. Massa diterima beberapa staf KPP.

Baca juga: Jika tak Dirapihkan, Pria Berjanggut Lebat Ini Ngaku Disuruh Mundur dari Pekerjaan Oleh Kepala KPP Pratama Ciamis

Salah satunya, sekaligus pembicara, adalah Kepala Seksi Pemeriksaan KPP Pratama Ciamis, Slamet Sugiharto. Dalam kesempatan itu, massa tetap meminta Kepala KPP Ciamis mundur.

Meski ada aksi unjuk rasa, pelayanan KPP Pratama Ciamis tetap berjalan dengan baik ddan lancar.

Radar sempat berkomunikasi dengan salah seorang satpam yang meminta namanya untuk tidak disebutkan, mengakui Kepala KPP Pratama Ciamis yang baru ini arogan, bahkan sudah diingatkan, namun tetap keras kepala.

Koordinator aksi FPIC Kabupaten Ciamis KH Deden Badrul Kamal alias Golangsing menuturkan, tidak ada dalam sejarahnya di Ciamis ada “percikan-percikan” akibat adanya perbedaan agama.

Bahkan, kata dia, semua hubungan terjalin erat, terlebih adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis. “Dengan adanya sentiman ini dari Kepala KPP Pratama hingga viral, ini jelas meresahkan. Dikhawatirkan melebar ke arah SARA dan Rasis,” ujarnya.

“Diharapkan Ciamis tetap manjing didamis, dan 99 persen mayoritas penduduknya umat Islam,” sambungnya.

Deden menambahkan, dengan kejadian ini Kepala KPP Pratama harus mundur dari KPP Pratama Ciamis. “Karena ini adalah tentang leadershift. Kepemimgpinan yang gagal,” tandasnya.

Disinggung atas ketidakhadirannya Kepala KPP Pratama, Deden mengaku kecewa jika tak hadir gara-gara menghindari audiensi. “Namun jika ketidakhadiranya karena ada tugas dari atasanya atau dipanggil tak jadi soal, yang penting kita menyampaikan aspirasinya. Harapan kami Kepala KPP Pratama Ciamis harus diganti ,” tegasnya.

Terkait berlanjutnya ke proses hukum, Deden menerangkan bahwa kegiatan kali ini merupakan proses tabayun. “Jadi kan bahasanya ini bukan penistaan, kerarah pribadi namun ada ranahnya ke agama saja. Secara tabayun kita sudah selesai, semoga tidak teruilang bagi yang lainya dan meminta Kepala KPP Pratama Ciamis diganti, ” tandasnya.

Ditemui terpisah Kepala Seksi Pemeriksaan KPP Pratama Ciamis, Slamet Sugiharto menjelaskan, tuntutan dari FPIC agar Kepala KPP Pratama Ciamis diganti, akan disampaikan kepada pimpinan tingkat wilayah maupun pusat atau Dirjen Keuangan

“Karena kalau ini semua ada di Kementrian Keuuangan. Jadi prosesnya di sana dan kami akan menyampaikan keatasan kami,” terangnya.

Slamet menerangkan atas ketidakhadiran Kepala KPP Pratama Ciamis, tak lain karena ada undangan dari kantor wilayah di Bandung. “Ada undangan dari Kantor Wilayah di Bandung, kegiatan launching UMKM. Semua kepala kantor wilayah diundang,” ujarnya

“Intinya, persoalan ini juga sudah selesai dan saling memaafkan antara Pa Elyas dan Kepala KPP Pratama Ciamis. Ini salah paham dan persoalanya sudah jelas, secara aturan dan SOP-nya membersihkan, tidak sampai cukur habis,” tegasnya.

Dipihak lain, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas (Lattas) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans ) Kabupaten Ciamis, Drs Rudi Darmawan kepada Radar menjelaskan secara aturan tentang merapihkan jenggot di suatu perusahaan.

“Setahu saya tidak ada aturan seperti itu, kudu pondok atau panjang. Yyang penting rapih saja. Kalau diaturan Undang-Undang Ketenaga Kerjaaan tidak ada aturan seperti itu, bisa dilihat di Nomer 13 tahun 2003 tentang ketanaga kerjaan,” jelasnya.

Diwawancara kembali, Moh Elyas Ruhiat kepada Radar mengaku telah islah dengan Kepala KPP Pratama Ciamis, Aporen Siregar, pada Senin (1/7) sekitar pukul 14.00. Bahkan sudah dibuatkan surat peryataan dan saling memaafkan.

Kalau masalah janggut mungkin dirinya salah presepsi. “Kalau tanggapan saya pribadi dibersihkan itu di bersihkan habis, namun setelah dikompirmasi lagi, ternyat bukan melainkan dirapihkan. Ya kalau cuman dirapihkan saya siap,” terang Elyas.

“Insya Allah secara pribadi ssaya memaafkan dan belaiu juga sudah memaafkan dan meminta maaf juga dan saya juga sudah memaafkan, sudah saling meminta maaf,” pungkasnya. (isr)

 

loading...

1 KOMENTAR

  1. FPIC segera nenyampaikan surat resmi ke Menpan RB dan ditembuskan ke Menkeu, dengan harapan agar setiap ASN bisa menempatkan diri dimanapun ditugaskan (saya muslim dan pensiunan Kemenkeu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.