FPOT Minta Odong-Odong di Priangan Timur Jadi Plat Kuning

91
0
radartasikmalaya
Pengurus inti 7 DPC FPOT usai rapat tahunan di Objek Wisata Cireong, Ciamis, Sabtu (02/01) lalu. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Forum Pengusaha Odong-Odong Tayo (FPOT) memiliki cara tersendiri menyambut tahun baru 2021.

Puluhan pengurus inti FPOT dari 7 DPC (Dewan Pengurus Cabang) wilayah di Jawa Barat, Sabtu (02/01) lalu melakukan family gathering ke objek wisata Cireong, Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Ketua Umum FPOT, Hendra mengatakan, dipilihnya Cireong menjadi lokasi family gathering karena ingin menikmati alam dan udara segarnya sambil membahas program kerja FPOT untuk 2021 ini.

Selain itu, karena diundang Manajer Objek Wisata Cireong, Dadang Kobra.

Kata dia, saat ini FPOT telah hadir di Kota Tasik, Kabupaten Tasik, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Kuningan dengan anggota sebanyak 150 pengusaha.

“Dalam rapat kemarin di Cireong, Ciamis, kita putuskan program kerja utama di 2021 adalah memplat kendaraan tayo atau odong-odong dengan plat kuning. Kita sepakat dan siap berplat kuning,” ujar Hendra kepada radartasikmalaya.com, Selasa (05/01) siang.

Terang dia, kendaraan wisata ini tak perlu juga harus memenuhi persyarakat SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) karena odong-odong tayo yang bernaung di pihaknya adalah kendaraan bermerek Daihatsu serta sejenisnya yang telah diakui pemerintah pusat.

“Jadi kami kan secara legalitas telah diakui pemerintah. Walaupun saat ini banyak odong-odong tayo tapi secara legalitas tak jelas. Maka kami berembuk dan berharap kepada pemerintah di 7 DPC untuk mendata keberadaan tayo yang legal dan ilegal,” terangnya.

“Karena kami hadir untuk membantu para pengusaha odong-odong tayo khusunya di Jabar umumnya secara nasional, kendaraan kami siap diplatkuningkan mengikuti anjuran pemerintah,” sambungnya.

Jika pemerintah mempertanyakan harus ada SRUT, tambah dia, karena mobil di FPOT sudah jelas bermerek seperti Daihatsu, Suzuki, Toyota dan lainnya yang telah jelas SRUT-nya.

Tak seperti mobil lainnya seperti mobil listrik dan mobil SMK yang belum tentuny SRUT-nya sudah ada.

“Nah SRUT ini untuk rekomendasi mengeluarkan BPKB, faktur dan STNK. Di kita itu sudah lengkap. Jadi sebenarnya kami dari FPOT mobilnya tak bodong. STNK dan BPKB ada. Hanya saja minibus di kita membawa angkutan wisata,” tambahnya.

Jelas dia, maka dari rapat di Cireong tersebut yaitu Sahate, Sadulur, Satujuan sepakat di 2021 ini program utamanya adalah berplat kuning dan saat ini menunggu persetujuan dari pihak Kepolisian.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.