FUI Ciamis Audiensi ke DPRD, Tuntut Keadilan

48
0
AUDIENSI. Forum Umat Islam (FUI) Ciamis beraudiensi dan menyampikan tuntutan terkait penahanan Habib Rizieq Shihab dan penembakan enam anggota FPI. Audiensi dilaksanakan di Gedung DPRD Ciamis Kamis (17/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Perwakilan Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Ciamis mendatangi DPRD Ciamis Kamis siang (17/12). Mereka beraudiensi terkait penahanan Habib Rizieq Shihab dan penembakan enam Laskar FPI.

Juru Bicara Forum Umat Islam Ciamis KH Nonop Hanafi menjelaskan saat ini Indonesia tengah krisis pandemi corona dan ekonomi.

Di saat yang sama, KH Nonop menyayangkan ada penyikapan yang berbeda terhadap kerumunan saat penjemputan kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air, kerumunan di Petamburan, Jakarta dan Mega Mendung, Bogor dengan kerumunan lainnya. Salah satunya kerumunan di Pilkada Serentak 2020.

“Kami hadir dalam rangka ikut prihatin dengan beda perlakuan hukum dengan yang terjadi Muludanya Habid Rizieq dengan kerumunan yang lain justru menimbulkan klaster Covid-19, padahal sesama anak bangsa. Makanya antara dai dengan dai yang lain satu rasa dan satu penanggungan dalam hal ini kami mengutarakan inilah yang terjadi,” ujar KH Nonop.

Baca juga : Pasien Covid-19 Difasilitasi Mencoblos dalam Pilkades Serentak di Ciamis

Keresahan atas perbedaan penyikapan atas kerumunan tersebut, kata KH Nonop, dirasakan sebagai bentuk ketidakadilan hukum. “Mudah-mudahan atensi ini jadi sampai kepada penegak hukum,” ujar KH Nonop.

Atensi berikutnya, kata KH Nonop, menyangkut wafatnya enam pengawal Habib Rizieq Sihab.

“Kami sesuai dengan surat yang dilayangkan sesuai kesepakatan musyawarah pada Senin yang lalu bahwa kami menuntut adanya pencari tim fakta independen agar trust, kepercayaan muncul di sesama anak bangsa,” kata KH Nonop.

KH Nonop berharap dari pertemuan dengan DPRD, Pemkab, Polres Ciamis dan lainnya itu muncul perasaan yang sama atau sama dengan yang pihaknya rasakan.

”Alangkah baiknya masalah yang menyentuh rasa menjadi perasaan bersama sebagai wakil rakyat dan tentukan ikut merasakan rasa masyarakat itu sendiri,” ujar KH Nonop memaparkan.

Dalam pernyataannya, Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM secara pribadi sangat merasakan apa yang FUI rasakan. Namun, hal itu bukan ranah pemerintah daerah.

“Saya atas nama pribadi, atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis mendoakan mudah-mudahan alim ulama bisa tabah dan berjuang untuk menegakkan keadilan, pemerintah menegakkan hukum seadil-adilnya dan sejujurnya,” ujar Herdiat.

Ketua DPRD Ciamis H Nanang Permana SH menjelaskan bahwa apa yang disampaikan para ulama (FUI) akan pihaknya sampaikan kepada yang memiliki otoritas di pusat.

“Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi keselamatan bagi kita di dunia dan di akhirat, dikumpulkan di tempat yang berbahagia, “ ujarnya.

Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra SIK MH juga akan menyampaikan pesan-pesan dari para ulama Ciamis ke pimpinannya.

“Saya pastikan semua aspirasi yang telah dituangkan tuntutan tadi, kami, kurang dari satu jam setelah acara ini akan disampaikan langsung kepada pimpinan,” ujar perwira menengah ini.

Kapolres juga meminta maaf karena saat kaum muslim Ciamis menyampaikan aspirasi di Polres Ciamis beberapa waktu lalu, dia tidak bisa menyambut langsung, karena saat itu sedang bertugas mengamankan Pilkada di Pangandaran. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.