Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.8%

8.8%

2.4%

26.3%

2.6%

49.9%

0.1%

9.1%

0%

Gadis Ini Diculik Paranormal, 15 Tahun Disembunyikan di Sela Batu

415
0
Hasmi yang diculik 15 tahun ditemukan di sela-sela batu di Tolitoli. foto; Istimewa

PALU – Hasmi (25), warga Desa Galumpang Kecamatan Dako Pamean Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah diculik selama 15 tahun.

Pelakunya seorang kakek bernama Tete Jago. Kakek berusia 83 tahun itu adalah paranormal terkenal di Dako Pamean.

Jago menyembunyikan Hasmi di balik batu besar berbentuk gua di Desa Bajugan, Kecamatan Dako Pamean, Tolitoli. Tempat tersebut tak jauh dari rumah Jago.

Hasmi diketahui menghilang sejak tahun 2003 silam saat masih berusia 12 tahun. Aksi penculikan ini akhirnya terungkap setelah jajaran kepolisian Polsek Dakopamean mendapat laporan warga.

Gua di sela-sela batu inilah Hasmi tinggal selama 15 tahun. foto; istimewa

Kapolsek Dakopamean Ipda Dickri Sukarjo dikonfirmasi Palu Ekspres mengungkapkan, pelaku penculikan adalah warga Desa Bajugan bernama Tete Jago.

“Setelah mendapat laporan warga, kami mengunjungi orang tua korban untuk sama sama melakukan penangkapan terhadap si pelaku,” kata Dickri, Minggu 5 Agustus 2018 melalui sambungan telepon.

Korban Hasmi, jelas Kapolsek, ditemukan pada Minggu siang, 5 Agustus 2018 dalam kondisi memprihatinkan.

Pelaku menyembunyikan korban di balik sebuah batu besar yang menyerupai gua di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah pelaku.

“Ada ruangan kecil berukuran 1,5 x 1,5 meter di dalam batu itu dan ada tempat tidur berupa dipan yang terbuat dari anyaman bambu. Lokasinya perbukitan tak jauh dari rumah pelaku,” sebutnya.

Aksi pelaku, kata Dickri, terungkap setelah berkembang informasi di kalangan warga Desa Bajugan bahwa pelaku sering terlihat membawa seorang gadis ke rumahnya pada malam hari.

Akan tetapi, masyarakat setempat tidak pernah melihat gadis itu di rumah pelaku pada siang hari.

“Jadi mungkin kalau malam pelaku membawa korban ke rumahnya. Sekitar subuh dini hari baru disembunyikan lagi ke dalam batu. Karena memang lokasinya tak jauh dari rumah pelaku,” urainya.

Orang tua korban, jelas Kapolsek mengira anak gadisnya hilang dan meninggal dunia. Sejak tahun 2003 orang tua korban sempat melakukan upaya pencarian namun tak membuahkan hasil.

“Dua tahun lamanya orang tua mencari korban ini. Akhirnya putus asa dan menghentikan pencarian karena dianggap sudah hilang atau meninggal dunia,” sebutnya.

Kondisi korban sendiri saat ditemukan masih dalam keadaan trauma. Korban tak bisa diajak bicara sehingga belum banyak informasi yang bisa dihimpun penyidik berkaitan modus penculikan itu.

Sedangkan pelaku bernama Jago, saat ini sudah ditahan di sel Polsek Dakopamean untuk menjalani pemeriksaan lebih jauh.

Kepolisian masih mendalami motif di balik penculikan itu. Polisi juga mendalami dugaan kekerasan seksual selama korban diculik.

“Kita akan koordinasikan dengan unit perlindungan perempuan dan anak di Polres Tolitoli,” tuturnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa korban memang benar anak dari kedua orang tua yang kehilangan anaknya tahun 2003 silam.

“Orang tua korban masih mengenali ciri-ciri fisik anaknya dan memastikan itu memang anak mereka,” pungkas Dickry.

(mdi/paluekspres/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.