Wawali Siapkan Program Hadiah dan Hukuman

Gaduh karena Belum Terbiasa

63
0
FINGER PRINT. Seorang PNS Pemkot Tasikmalaya mengisi absensi, Rabu (19/6). REZZA RIZALDI / RADAR TASIKMALAYA.COM
Loading...

BUNGURSARI – Daftar hadir menggunakan sidik jari yang diributkan pegawai negeri sipil Kota Tasik dianggap wajar. Pemerintah Kota Tasikmalaya menganggap riak dari abdi negara itu karena belum terbiasa. Terlebih alasan pemerintah menggunakan absen sidik jari demi perbaikan kinerja.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan sejatinya pengisian daftar hadir elektronik pegawai di lingkungan Bale Kota sudah berjalan sekitar 2 tahun. Sedangkan di luar Bale Kota baru dimulai tahun ini.

Di Bale Kota, pegawai mengisi daftar hadir menggunakan aplikasi android. Pegawai juga harus menyertakan foto diri saat di ruang kerja atau di lingkungan kantor.

“Di Bale Kota itu sudah berjalan 2 tahun, sebelum fingerprint kita berlakukan di setiap OPD. Pegawai harus selfie baru bisa isi daftar kehadiran dengan background ruang kerja atau misalnya sedang dinas luar,” ujarnya usai menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-47 di Bale Kota Kamis (20/6).

Menurut Ivan, daftar kehadiran berbasis elektronik sama saja dengan yang manual di setiap OPD. Memang, di sisi lain ketika di Bale Kota daftar hadir digital dapat diakses melalui perangkat android masing-masing pegawai, sementara di OPD non-setda harus mengantre gunakan fingerprint.

“Memang mereka pasti bawa HP sendiri, kalau tidak gunakan perangkat yang disediakan di setda. Sementara di OPD harus antre,” kata dia.

“Kita akan tinjau kembali. Barangkali harus penambahan fingerprint atau bagaimana. Sementara ini ya rekan-rekan ASN datangnya jangan mepet juga ke waktu apel. Jadi tak bisa isi kehadiran dulu,” tuturnya melanjutkan.

Loading...

Perubahan sistem pengisian kehadiran itu, kata Ivan, terus dipantau. Masukan dari setiap pegawai pun akan ditampungnya supaya ke depan sistem semakin baik dan tidak terkesan menyulitkan pegawai.

“Kita juga sedang membahas bagaimana OPD tertentu seperti Satpol PP yang sudah bertugas sebelum jam kantor supaya bisa tetap melakukan fingerprint. Misalnya dia ber-selfie di tempat tugas seperti taman kota atau bagaimana, nanti kita terus benahi,” ujarnya menerangkan.

Ivan mengakui adanya keterlambatan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada sejumlah OPD, memang karena ada regulasi baru. Untuk mencairkannya, OPD harus menyertakan daftar hadir termasuk penilaian realisasi kinerja pegawai. Penilaiannya dilakukan secara berjenjang dari staf dinilai oleh kepala seksi, seterusnya oleh kepala bidang dan terakhir oleh kepala dinas masing-masing instansi.

“Jadi TPP tidak cuma kehadiran, tapi realisasi kinerja juga harus masuk. Dan itu berjenjang, kalau macet di satu level, satu kantor bisa tidak mencairkan,” ujarnya.

Sementara, sambung Ivan, kepala OPD dievaluasi realisasi kinerjanya oleh Sekda secara langsung. Maka, ia mengaku saat ini juga sedang sibuk melaksanakan penilaian setiap kepala OPD. “Memang ada keterlambatan, tetapi ini kan proses adaptasi. Insyaallah ketika sudah terbiasa dengan sistem seperti ini bisa lebih baik, bale kota juga sudah berjalan,” kata Ivan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya sedang merancang upaya apresiatif terhadap kinerja pegawai yang terbilang bagus. Sementara sanksi pemotongan TPP diberlakukan bagi pegawai yang bolos atau kurang baik, pihaknya menyiapkan tambahan TPP bagi pegawai yang terbilang rajin. “Sekarang itu semua berbasis kinerja. Kinerja kurang baik risiko dipotong, kinerja bagus yang akan kita berikan reward,” kata dia.

Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu menggambarkan, nantinya potongan TPP dari pegawai yang kinerjanya kurang baik akan dikumpulkan. Dari potongan itu lalu ditambahkan terhadap TPP pegawai yang dianggap bagus. “Supaya mereka termotivasi menunjukkan kinerja lebih baik, sehingga berimplikasi terhadap pelayanan masyarakat, ini masih kita bahas bersama,” ujar dia.

Yusuf menekankan PNS tetap bekerja maksimal dengan sejumlah penyesuaian sistem karena saat ini setiap pegawai pasti mendapatkan TPP. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.