Gaet Shopee Kembangkan Online

47
ISTIMEWA PELATIHAN. Nasabah binaan PT PNM difoto bersama usai mengikuti pelatihan di Aula Hotel Priangan Ciamis, Kamis (18/7).

CIAMIS – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mengadakan pelatihan program pengembangan kapasitas usaha kepada sekitar 50 nasabah binaan produk Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Aula Hotel Priangan, Kamis (18/7).

Para peserta yang hadir mayoritasnya dari kelompok usaha pembuatan dan pedagang makanan kecil. Pada pelatihan bertema “Perluasan Pemasaran Melalui Sistem Online” itu mendapatkan materi dari perwakilan Community Development Marketing PT Shopee International Indonesia Daniel Tommy Diyanto dan Gema Ramadhan.

Pemimpin Cabang Ulamm Tasikmalaya Luki Nurwendhi menyampaikan, pelatihan kali ini melibatkan salah satu e-commerce yaitu Shopee Indonesia, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Tasikmalaya, Komunitas Produksi Makanan Ringan Kabupaten Ciamis, Serikat Petani Sorgum Indonesia (Sepasi) serta nasabah Mekaar dan Ulamm.

Pembinaan yang dilakukan PT PNM melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha dan Pengembangan Kelompok itu berupa pembinaan klasterisasi usaha berbasis kelompok. Dengan pendekatan kelompok diharapkan aktivitas pembinaan tersebut bisa lebih efektif mengingat adanya kesamaan jenis usaha.

Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis sebagai kota berkembang di Provinsi Jawa Barat. Di sektor industri Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis terus mengupayakan eksistensi dan pertumbuhan industri kecil dan industri rumah tangga agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Salah satu UMK yang memiliki potensi untuk dikembangkan baik melalui pelatihan maupun pendampingan adalah kelompok pembuat dan pedagang kue dan makanan kecil di wilayah Ulamm Pasar Manis Ciamis, Ulamm Kawali, Ulamm Manonjaya serta Cabang Mekaar di wilayah sekitar Kabupaten Ciamis,” kata Luki.

Luki menjelas-kan, pelatihan ini merupakan yang keempat kali atau yang terakhir dari program pengembangan kapasitas usaha klasterisasi usaha, pelatihan dan pendampingan nasabah Ulamm, kelompok usaha pembuat dan pedagang makanan kecil. Tema yang diangkat bertujuan untuk memberikan wawasan dan memperkenalkan kepada nasabah untuk dapat memasarkan produk secara online dan merupakan kelanjutan dari program pelatihan sebelumnya. Narasumbernya menghadirkan dari perwakilan Shopee. “Kita ketahui bahwa Shopee Indonesia merupakan salah satu media online yang aktif melakukan pendampingan kepada UMKM untuk memasarkan produk dengan menggunakan sistem online,” paparnya.

Menurut dia, para nasabah bina­­an sudah mendapatkan pe­la­tihan yakni, pertama, mo­tivasi usaha dan pemetaan pe­luang bisnis usaha produksi ma­kanan kecil. Kedua, pela­tihan pem­buatan aneka ma­cam ma­kanan berbahan dasar sor­gum. Ketiga, pelatihan pe­nge­­masan makanan kecil. Ke­empat, pelatihan per­luasan pe­masaran melalui sis­tem online. “Setelah masa pen­dampingan usaha selesai, nasa­bah PNM diharapkan dapat men­jadi pro­dusen makanan kecil yang unggul dan terampil dan da­pat menghasilkan produk de­ngan skala yang lebih besar,” katanya.

Luki menerangkan, ren­cananya, pihaknya me­lak­sanakan program pengem­bangan kapasitas usaha (PKU) di 2019 berupa gathering nasabah Ulamm sebanyak 60 kegiatan untuk 10 Ulamm di wilayah Cabang Tasikmalaya. Yakni Ulamm Cihideung, Singaparna, Manonjaya, Pasar Manis Ciamis, Kawali, Banjar, Wanareja, Padeherang, Parigi dan Ulamm Karangnunggal. Lalu, kegiatan pelatihan sinergi nasabah Mekaar dengan nasabah Ulamm, pengembangan kapasitas usaha reguler, klasterisasi usaha dan klasterisasi bisnis. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.