Rencana Revitalisasi Kios Senilai Rp 6 M

Dinas KUMKM Perindag Gagal Lobi Pedagang Pasar Pancasila Kota Tasik

200
0
TETAP MENOLAK. Para pedagang Pasar Pancasila sepakat menolak bantuan revitalisasi pasar dalam pertemuan di Dinas KUMKM Perindag, Kamis (17/4). foto; rangga jatnika.

INDIHIANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya gagal melobi para pedagang Pasar Pancasila terkait pemberian bantuan revitalisasi kios sebesar Rp 6 miliar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) para pertemuan, Kamis (17/5).

Perindag pun akan mencari aka­l agar Dana Alokasi Khusus (DAK) itu bisa terserap.

Dalam pertemuan tersebut, dari 309 pedagang yang diundang hanya 30 orang yang hadir.

Banyaknya pedagang yang absen ini salah satu faktornya karena undangan diberikan secara mendadak.

Sementara pada pertemuan ini, para pedagang yang hadir tetap bersikukuh enggan menerima bantuan revitalisasi.

Ka­rena pembagiannya tidak adil. Tidak semua kios diperbaiki. Sehingga bisa merusak harmonisasi para pe­dagang yang sudah terbangun dengan baik.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas KUMKM Perindag H M Firmansyah menyatakan tidak bisa memaksa para pedagang untuk menerima bantuan revitalisasi.

Penolakan ini pun akan dilaporkan ke Kemendag. “Memang tanda tangannya baru sebagian karena banyak yang tidak hadir. Selebihnya akan menyusul,” terangnya.

Pihaknya akan meminta pertimbangan lain dari Kemendag agar anggaran tersebut bisa diserap. Dana Diharapkan bisa dialokasikan ke pasar lain. “Kita lihat nanti bisa tidak seperti itu,” ujarnya.

Adanya penolakan tersebut juga bisa menjadi pertimbangan untuk menambah anggaran. Sehingga seluruh kios dan los di Pasar Pancasila bisa diperbaiki.

Anggota Komisi II DPRD Dede Muharam mengatakan Perindag tidak boleh membiarkan begitu saja kondisi Pasar Pancasila setelah ada penolakan pedagang. Karena, pemerintah punya tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pasar.

“Sesuai rekomendasi DPRD, Pasar Pancasila itu sudah saatnya dikemas dengan suasana pasar modern,” terangnya.

(rangga jatnika)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.