Galang Kekuatan Muslim Tasik untuk Palestina

329
1
TALK SHOW. (Kiri ke kanan) Ahmad Ruslan, Syekh Mustafa Hussein Muteir dan penerjemah Sholichul Mubarrok membahas Safari Ramadan di Studio Radar Tasikmalaya TV, Senin (21/5).

TASIK – Selama bulan Ramadan, Aman Palestin Tasikmalaya melaksanakan Safari Ramadan bersama imam muda dari bumi Syam Syekh Mustafa Hussein Muteir.

Korps Mubaligh Cinta Palestina Ahmad Ruslan mengatakan agenda Safari Ramadan tersebut di antaranya Salat Tarawih dan ngabuburit bareng syekh serta tausiah bersama majelis taklim, komunitas remaja dan pesantren-pesantren.

“Paling utamanya adalah memberikan edukasi terkait Palestina, memberikan informasi bagaimana kondisi Palestina saat ini. Dan alhamdulillah untuk agenda 24 hari di Tasikmalaya selama Ramadan sudah terisi. Kita juga ada agenda silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, ulama dan juga pemerintahan,” tutur Ahmad saat mengisi dialog khusus di Studio Radar Tasikmalaya TV, Senin (20/5)

Ahmad juga menjelaskan pentingnya edukasi ke-Palestina-an dan mengetahui kondisi saat ini. Pasalnya, Palestina menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Di mana negara yang pertama menyatakan kemerdekaan untuk Indonesia adalah Palestina.

Sehingga Palestina bukan hanya milik umat muslim Palestina. Namun juga umat islam di dunia termasuk Indonesia. “Palestina ini ada dalam Alquran begitu juga Masjidil Aqsho,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi Palestina, kata dia, Safari Ramadan yang dilakukan bersama imam muda dari bumi Syam ini juga untuk memberikan motivasi Alquran kepada para penghafal Alquran di Tasikmalaya. Serta mengumpulkan donasi untuk pembangunan masjid di Gaza, Palestina.

“Kita tahu kalau di Gaza, Palestina ini banyak sekali masjid yang hancur salah satunya Masjid Syekh ‘Ajlin yang merupakan salah satu masjid bersejarah. Dan pada tahun 2014 hancur karena dibom. Dan masjid-masjid di sana semuanya belum dibangun,” ungkapnya.

Ahmad berharap dengan Safari Ramadan yang dilaksanakan dapat memberikan motivasi untuk makin cinta pada Alquran dan semangat dalam ibadah termasuk juga ikut membantu Palestina.

Imam muda dari bumi Syam Syekh Mustafa Hussein Muteir mengaku senang dengan antusias masyarakat Tasikmalaya yang semangat mengikuti Safari Ramadan mengenal dan mencari tahu perkembangan Palestina.

“Kondisi terkini yang sangat amat menusuk umat islam yakni tentang pemindahan kedutaan besar Amerika ke Al Aqsho, seakan-akan direbut semuanya. Kami datang untuk menggalang suara dan pikiran untuk mencegah itu semua. Karena Indonesia mayoritas muslim dan negara muslim terbesar di seluruh dunia sehingga butuh kekuatan untuk mendukung,” tutur Mustafa.

Mustafa juga menceritakan aktivitas Ramadan di negaranya dan Indonesia tidak jauh berbeda. Dia berharap dari Safari Ramadan yang dilakukannya sampai tanggal 24 Ramadan, masyarakat tahu terkait kondisi Palestina. “Keputusan kedubes itu adalah pengakuan yang sangat pahit bagi umat Islam. Karena Al Quds Yerussalem miliknya Palestina. Kami butuh dukungan Indonesia karena Indonesia dan Palestina punya hubungan yang erat,” ujarnya. (ais)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.