Gali Ilmu Melalui Literatur Ilmiah, UBK dan CV Tasnim Gelar Seminar EBP

134
0
Istimewa. SEMINAR NASIONAL. Panitia berfoto bersama narasumber usai seminar nasional  Evidence-Based Practice (EBP) di Favehotel Tasikmalaya Sabtu (11/1).
Istimewa. SEMINAR NASIONAL. Panitia berfoto bersama narasumber usai seminar nasional  Evidence-Based Practice (EBP) di Favehotel Tasikmalaya Sabtu (11/1).

TASIK – Universitas Bhakti Kencana (UBK) Tasikmalaya dan CV Tasnim menggelar seminar nasional bertajuk  Evidence-Based Practice (EBP) di Favehotel Tasikmalaya Sabtu (11/1).

Seminar yang diikuti mahasiswa kesehatan, peneliti, praktisi kesehatan di bidang klinik dan pendidikan maupun masyarakat umum ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya yakni Prof Suryani SKp MHSc PhD, Dr Meti Widya Lestari SST MKeb dan Ns Astri Mutiar SKep MS.

Ketua Pelaksana Ns Heni Aguspita Dewi SKep mengatakan di Era Industri 4.0 tenaga pendidik kesehatan maupun praktisi kesehatan harus mengikuti perkembangan zaman dan senantiasa selalu meng-up date ilmunya sehingga lebih berdaya saing.

“Seminar EBP ini salah satu cara bagi mahasiswa, dosen dan praktisi kesehatan untuk bisa meng-up date ilmunya,” katanya.

Ia menjelaskan, EBP adalah sebuah proses yang akan membantu tenaga kesehatan agar mampu memperoleh informasi terbaru yang dapat menjadi bahan untuk membuat keputusan klinis yang efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Ia mengatakan, selama ini masih ada tenaga kesehatan yang melakukan tindakan medis berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan riset. Makanya, seminar EBP ini penting diikuti praktisi maupun mahasiswa agar mereka bisa melakukan keputusan klinis berdasarkan sumber yang paling relevan dan valid.

“Tanpa menggunakan EBP bermutu, pelayanan kesehatan akan sangat tertinggal dan seringkali berdampak merugikan untuk pasien,” katanya.

Ia menambahkan, setiap institusi pendidikan kesehatan sudah menjadikan prinsip EBP dan membuat keputusan berdasarkan EBP serta mengintegrasikannya ke dalam kurikulum.

“Namun di lapangan menyatakan bahwa pengetahuan, sikap, dan kemampuan serta kemauan mahasiswa dalam mengaplikasikan EBP masih dalam level moderate atau menengah,” katanya.

Salah satu penyebabnya yakni masih lemahnya kemampuan dalam mencari literatur ilmiah.

Makanya dalam seminar ini peserta diberikan cara-cara untuk mengakses jurnal maupun riset kesehatan terbaru yang tentunya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien dan kualitas pendidikan kesehatan.

“Harapannya dengan seminar EBP ini praktisi dalam melakukan tindakan klinis bukan hanya berdasarkan kebiasaan tapi berdasarkan riset. Dosen pun mengajarkan materi kepada mahasiswa berdasarkan riset,” katanya.

Heni menambahkan, ke depannya UBK dan CV Tasnim akan menggelar seminar dengan tema-tema yang memiliki nilai manfaat tinggi. (na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.