Gali Potensi Desa di Garut untuk Bangkitkan Pariwisata

23
0

GARUT KOTA – Anggota Komisi I DPRD Garut Subhan Fahmi mendorong setiap desa menggali potensi desa. Hal itu sebagai upaya menumbuhkan pariwisata di Kabupaten Garut.

Subhan menerangkan upaya peningkatan pariwisata di Kabupaten Garut di tengah pandemi Covid-19 perlu dilakukan, karena saat ini sektor pariwisata. Terpuruknya sektor pariwisata berdampak pada perekonomian masyarakat Garut.

Maka dari itu, pihaknya terus mencoba membangkitkan lagi pariwisata di tengah pandemi Covid-19. “Pariwisata Garut harus bangkit di tengah pandemi Covid-19. Ketika pariwisata bangkit, ekonomi masyarakat juga akan tumbuh,” ujarnya.

Fahmi juga ingin kepala desa di Kabupaten Garut memiliki political will terkait pengembangan pariwisata desa, yang juga menjadi program unggulan Kementerian Pariwisata.

“Di Garut sudah ada desa yang memiliki destinasi wisata. Pariwisata ini kan bukan hanya soal tempat saja. Tapi bisa diciptakan. Produk misalnya, yang menjadi ciri khas desa tertentu,” ucapnya.

Baca juga : Pemkab Garut Cari Lahan untuk Relokasi Warga Korban Longsor di Talegong & Cisewu

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Garut Rahmat Hadi menyebut semua desa di Kabupaten Garut mempunyai potensi wisata. Tinggal potensi apa saja yang akan diangkat.

“Jangan hanya meniru desa lain. Misal ada yang maju dengan wisata alamnya, semua ikut-ikutan. Bisa saja kan mengangkat produk asli dari desa,” kata Rahmat.

Strategi promosi juga jadi jalan untuk membuka keran wisatawan ke Garut. Sosial media dan membangun masyarakat sadar wisata jadi upaya peningkatan pariwisata.

“Sadar wisata ini yang masih belum bisa dilakukan. Padahal masyarakat paham kalau wisata itu mendatangkan uang. Kalau sudah sadar, akan menjamu wisatawan seperti tamu. Nantinya juga akan kembali lagi kalau nyaman,” ucapnya.

Pihaknya berharap gambaran wisata Garut yang mahal bisa segera hilang. Pelaku wisatawan dan masyarakat harus mengubah pola pikir menjual barang atau jasa dengan harga mahal. “Beri saja harga sewajarnya. Jangan dibedakan. Kalau wisatawan nyaman, pasti akan semakin banyak yang datang,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.