Terkait Pemekaran, Bupati Masih Khawatir soal PAD

Gali Potensi di Garsela!

23

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan masih khawatir dengan rencana wilayah Garut Selatan (Garsela) menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Pasalnya, pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah selatan masih kecil.

“PAD di selatan dari sektor hotel dan restauran serta pariwisata hanya sekitar Rp 400 jutaan. Dari PBB (pajak bumi dan bangunan) dana yang dikumpulkan sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar saja,” ujar Rudy kepada wartawan di Pendopo Garut Kamis (11/7).

Menurut dia, dengan PAD itu dikhawatirkan dalam jangka waktu yang cepat akan membebani pemerintah pusat. “Sekarang mau dikaji lagi. Kalau hasilnya bagus, ya kami akan mendukung. Cuma khawatir hasil kajiannya PAD tak memadai,” katanya.

Rudy mendukung pemekaran wilayah tersebut. Makanya, Pemkab Garut akan berupaya meningkatkan PAD di Garsela. “Di sana ada potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata. Ini patut dikembangkan untuk menghasilkan PAD,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, potensi-potensi tersebut belum semuanya tergali. Meski sudah ada yang dikembangkan, seperti sektor pariwisata, namun itu belum maksimal pengelolaannya. “Kalau ingin cepat dimekarkan, mari sama-sama membangun wilayah selatan ini supaya PAD-nya besar,” ajaknya.

Meski ada sektor perkebunan di wilayah tersebut, tetapi pemasukannya dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) bukan ke daerah, tetapi ke pusat. “Kalau perkebunan kan itu ada ke pusat dulu. Nantinya bagi hasil. Luncurannya ke DAU (dana alokasi khusus). Tiap tahun paling Rp 2 miliar,” ujarnya.

Dari hasil kajian terakhir pada 2007, ada 16 kecamatan yang akan memisahkan diri. Pemekaran Garsela diharap bisa mendorong pembangunan di wilayah selatan. Apalagi selama ini, wilayah Garsela masih tertinggal dibanding wilayah kota atau utara. “Kami tidak akan menghalangi keinginan pemekaran itu, malahan kami akan mendukung sekali,” ujarnya.

Terpisah, anggota presidium pemekaran Garut Selatan Dedi Kurniawan menampik PAD Garut Selatan sangat kecil. Menurut dia, PAD di Garsela sudah mencukupi, yakni 37 miliar per tahun. Itu diambil dari PBB dan sumber-sumber lainnya, seperti pariwisata dan pajak hotel dan restauran.

“Meski PAD-nya kecil, Garut Selatan ini masih layak untuk menjadi DOB. Di Jabar saja, ada kok kota yang PAD-nya hanya 9 miliar. Itu bisa dimekarkan. Jadi PAD tak jadi persoalan,” paparnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.