Ganti Cisinga dengan Pahlawan, Penamaan Jalan Ciawi-Singaparna Harus Serius

2542
1
RAMPUNG. Jalan Ciawi-Singaparna sudah rampung dan bisa dilalui. Mahasiswa mengusulkan penamaan jalan tersebut dilakukan kajian, Minggu (15/12). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Penyelesaian Jalan Ciawi-Singaparna yang sudah dinantikan cukup lama akhirnya selesai. Kini, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sudah bisa menikmati akses jalan sepanjang 23 kilometer ini.

Namun, ada sebagian unsur masyarakat dan mahasiswa yang mengharapkan pemerintah daerah meramu nama-nama yang layak dan pantas untuk dijadikan nama Jalan Ciawi-Singaparna. Seperti yang dikatakan Ketua BEM STIE Cipasung Lilis Asiah.

Menurutnya, nama jalan yang menghubungkan Ciawi-Singaparna ini akan lebih baik menggunakan nama pahlawan dan pejuang asal Tasikmalaya. “Selain sebagai edukasi, juga agar kita mengetahui sekaligus menghargai para pahlawan. Pasalnya dirasa akan lebih bermakna juga, apalagi jalan ini sangat megah dan harus memiliki nama yang khas,” ujarnya kepada Radar, Minggu (15/12).

Lanjut dia, untuk penentuan namanya pun harus benar-benar dilakukan kajian yang matang. Sehingga, pemilihan namanya tidak asal-asalan. Kemudian, setelah menemukan nama yang pas, kiranya diperlukan juga dilakukan sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, jika menggunakan nama pahlawan asal Kabupaten Tasikmalaya jelas akan menjadi sebuah identitas baru. Kemudian bisa mengenalkan dan mengenang juga nama-nama pahlawan yang ada di kabupaten.


“Hal ini bisa menjadi media pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anak muda dan pelajar untuk bisa mengenal lebih jauh tentang pahlawan Tasikmalaya,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya meminta pemerintah daerah melakukan pemilihan nama yang tepat dan bermakna tinggi untuk Jalan Ciawi-Singaparna.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Tasikmalaya Lutfi Lutfiansyah mengaku sepakat apabila penamaan Jalan Ciawi-Singaparna menggunakan nama-nama pahlawan dan bukan seperti saat ini singkatan, Cisinga (Ciawi-Singaparna). “Kalau menurut saya ganti saja dengan nama-nama pahlawan atau tokoh di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya, menyarankan.

Menurut dia, jalan yang baru rampung ini merupakan akses utama di Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga, harus mempunyai nama yang benar-benar menjadi ciri khas dan bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat.

Lanjut dia, jika hanya menggunakan nama Cisinga, itu terkesan hanya sekadar cocoklogi saja. Padahal, idealnya penamaan jalan sebesar ini harus berdasarkan kajian dan pemilihan yang serius. “Sejauh ini kita belum tahu istilah Cisinga itu datangnya dari siapa dan dari mana. Terus apa maknanya selain dari singkatan atau cocokologi,” kata dia.

Lanjut dia, banyak alternatif yang bisa digunakan dalam pemilihan nama-nama untuk jalan tersebut. Misalnya simbolistik atau nama-nama pahlawan, contohnya bisa Sukakerta yang merupakan kerajaan pertama di tatar sunda sebelum menjadi Sukapura atau Tasikmalaya.

“Dulu, nama-nama daerah kita itu diambil dari raja-raja Sukapura dahulu. Misal Jl Rd Anggadipa. Jadi untuk mengenalkan juga kepada generasi muda sekarang terkait nama pahlawan atau raja saat pemerintahan Tasikmalaya dahulu,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjut dia, dalam penentuan nama jalan ini harus benar-benar dilakukan dengan matang dan kajian serius. Sehingga pemilihannya bisa diterima oleh semua masyarakat dan menjadi ikon baru di Kabupaten Tasikmalaya. (obi)

1 KOMENTAR

  1. KH. RUHIAT atau putranya KH. ILYAS RUHIYAT saya rasa cocok untuk jln tersebut, apalagi posisi berdekatan dengan pesantren cipasung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.