INDONESIA -U22 vs MALAYSIA -U22

Ganyang Tetangga

10
pssi.co.id BURU KEMENANGAN. Gelandang Timnas U-22 Witan Sulaeman siap tampil maksimal ketika menghadapi Malaysia U-22 sore ini.

PNHOM PENH – Timnas Indonesia U-22 bakal melakoni laga kedua babak penyisihan Grup B Piala AFF U-22 2019 menghadapi musuh bebuyutan Timnas Malaysia U-22.

Dalam laga yang akan dilangsungkan di stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2) sore ini, skuad Garuda Muda memiliki dua keuntungan moral yang didapat.

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri. mengatakan ke­untungan moral yang dimaksud tak lepas dari hasil pertandingan laga perdana babak penyisihan sebelumnya.

Di mana Indonesia berhasil meraih satu poin usai menahan imbang Myanmar U-22 dengan skor 1-1, Senin (17/2).

Sedangkan Malaysia U-22 yang bertanding pada malam harinya, bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah Danial Haqiem diusir wasit pada menit ke-59. Malaysia kalah 0-1 dari tuan rumah Kamboja.

“Ada dua kelompok berlatih. Yang pertama kelompok recovery, yaitu mereka yang main penuh kemarin, yang kedua ada beberapa pemain kami siapkan untuk lawan Malaysia besok, kami siapkan 11 pemain,” kata Indra Sjafri dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (19/2) .

“Kita lihat yah dalam pertandingan besok, dan tentunya kita harus persiapkan untuk pertandingan kedua (melawan Malaysia nanti, Red). Namun, yang jelas kita memiliki kelebihan dari sisi moral. Pertama, posisi kita sekarang memiliki satu poin karena kemarin draw, sedangkan Malaysia U-22 kalah. Dan kedua, kemarin kita main sore sedangkan mereka main malam. Tentunya keberuntungan-keberuntungan itu kita hitung juga,” sambung pelatih berkumis tebal tersebut.

Menanggapi hasil kekalahan yang diterima Malaysia atas tuan rumah Kamboja itu, Indra mengaku tak ingin menganggap remeh lawan. Baginnya semua lawan yang dihadapi dalam kejuaraan ini dan seluruh tim di Asia Tenggara memiliki kekuatan yang sama. “Gak mengejutkan (kekalahan Malaysia), mereka juga pernah kalah 0-3 dari Myanmar. Kita juga sudah beberapa kali menghadapi mereka. Jadi yang pernah saya sampaikan, kekuatan tim di Asia Tenggara mulai berimbang, jadi jangan pernah berpikir, Kamboja itu underdog ataupun Myanmar underdog,” jelas Indra.

Di sisi lain pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, itu mengaku sudah menyiapkan rotasi susunan pemain guna mengantisipasi permainan yang kemungkinan besar diterapkan oleh Malaysia.

“Kemudian, mungkin akan ada perbaikan dari sisi pemain yang turun dalam pertandingan nanti,” tegas mantan pelatih Bali United itu.

Mengenai perubahan susunan pemain, Indra memang mengisyaratkan bakal melakukan rotasi pemain saat menghadapi skuat Harimau Malaya Muda nanti. Indra mengaku tidak akan melakukan perombakan besar-besaran dalam pertandingan nanti.

“Tidak ada alasan bagi saya untuk melakukan rotasi besar dalam suatu turnamen, itu tidak akan mungkin. Namun, pasti ada rotasi, pergantian di beberapa posisi yang kita rasa cocok untuk menghadapi Malaysia, mungkin itu kita akan lakukan,” tutur Indra.

“Jadi ini bukan-lah eksperimen tetapi ini adalah pergantian yang dilakukan sesuai kebutuhan tim dengan lawan yang kita hadapi,” tambahnya.

Terkait kondisi penyerang sayap Indonesia U-22 yang sempat terkapar saat menghadapi Myanmar, kemarin, Witan Sulaiman, Indra menegaskan bahwa seluruh pemain Garuda Muda siap dimainkan dalam pertandingan menghadapi Malaysia nanti.

Ya, kabarnya dalam sesi latihan Timnas Indonesia U-22 di Lapangan AUPP, Phnom Penh, Selasa (19/2) , seluruh pemain termasuk Witan mengikutinya dengan baik. “Sudah bisa dilihat sendiri (latihan), semua menjalani latihan dengan 100 persen, dan tidak ada yang bermasalah,” terangnya.

Di sisi lain, Indra juga berharap dalam pertandingan nanti mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia khususnya bagi suporter yang hadir di Stadion Nasional, Phnom Penh. “Kita butuh support moral dari masyarakat yang datang dan juga yang tidak datang,” harap Indra.

Dia menghimbau agar para pendukung yang hadir bisa memberikan penghormatan ketika lagu kebangsaan Malaysia dinyanyikan. Menurutnya, jika hal itu terjadi, hal itu akan merugikan bagi para skuat Timnas Indonesia yang akan bertanding.

Ya, seperti kita ketahui, pertemuan Indonesia melawan Malaysia memang memiliki rivalitas yang cukup tinggi layaknya derby El Classico Real Madrid dan Barcelona.

Akibatnya rivalitas tersebut tidak hanya terjadi di dalam lapangan, melainkan terjadi juga di luar lapangan. Bahkan, pada beberapa kesempatan, kedua pendukung Indonesia maupun Malaysia kerap melakukan hal yang tidak terpuji ketika lagu kebangsaan kedua negara tersebut dinyanyikan menjelang laga dimulai.

Sementara itu, Witan memastikan siap untuk dimainkan dalam laga menghadapi Malaysia nanti. Dikabarkan, rasa sakit yang Witan alami saat menghadpi Myanmar hanya berupa kram ringan.

“Jadi saat duel ada hentakan, jadi langsung kram. Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik, dan besok (hari ini) sudah bisa main,” tegas Witan. (gie/fin/wsa)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.