Gapensi Minta Penjelasan Terkait Banprov

108
0

GARUT KOTA – Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten Garut Yudi Nugraha mempertanyakan belum terserapnya anggaran dari Bantuan Provinsi Jawa Barat senilai Rp 134 miliar untuk program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut.

“Bupati harus beri penjelasan dan memberikan alasan mendasar dan transparan agar masyarakat tidak gagal faham, khususnya para pengusaha konstruksi,” ungkapnya kepada wartawan Senin (26/11).

Dia khawatir bila tidak ada penjelasan dari bupati, bisa menjadi preseden buruk yang membuat dunia usaha di Garut tidak kondusif.

Menurut dia, ada 22 kabupaten/kota yang saat ini menerima banprov. Namun, hanya Garut yang belum menyerap bantuan keuangan tersebut. Sementara, daerah lain sudah mulai melakukan kegiatan penyerapan anggaran.

“Kalau alasan teknisnya belum ada payung hukum berupa batang tubuh dari Perda dan Pergub, daerah lain tidak mempertanyakan ini, mereka sudah langsung bergerak,” terangnya.

Yudi berharap pemkab serta DPRD Garut bisa duduk bersama mencari solusi masalah Banprov tersebut.

“Memang waktunya ini tidak akan cukup untuk menyerap anggaran ini, sebaiknya bupati bersama DPRD segera membuat permohonan kepada gubernur agar dananya digeser untuk tahun 2019,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Garut Ade Ginanjar tidak mau berkomentar banyak terkait masalah banprov. Tetapi pihaknya menginginkan anggaran tersebut bisa terserap untuk pembangunan di Kabupaten Garut.

“Bupati pernah ngobrol ke saya, banprov ini tidak terserap karena waktunya tidak cukup. Bupati juga sudah konsultasi dengan gubernur juga,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.