Gara-Gara Biaya Study Tour Kurang Rp100 Ribu, Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Dicekik Bapaknya, Lalu..

5575
0

KOTA TASIK – Budi Rahmat (45) pelaku pembunuhan terhadap anak kandungnya Delis (13) siswi SMPN 6 Kota Tasik yang jasadnya ditemukan di gorong-gorong sekolahnya, mengakui perbuatannya.

Diwawancara radartasikmalaya.com, Kamis (27/02) siang, Budi yang memakai tregos dan pakaian warna orange, mengaku khilaf telah membunuh putrinya itu.

“Saya benar-benar khilaf kang dan saya benar-benar menyesal,” akunya sambil berlinang air mata.

Berita terkait : Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Dibunuh Bapaknya, Motifnya Biaya Study Tour Rp100 Ribu
Berita terkait : Ibunda Almarhum Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Minta Pelaku Dihukum Mati

Terang pelaku, saat Kamis (23/01) sore sebelum kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, dirinya kedatangan putrinya, saat sedang bekerja di rumah makan di Jalan Laswi.

“Ya anak saya datang untuk meminta uang study tour. Saya sedang tak punya uang,” terangnya.

“Karena saya tak punya uang, lalu kasbon ke bos saya Rp100 ribu. Dan Rp 200 ribu lagi saya ambil dari celengan di rumah. Dan dia saya suruh nunggu di rumah kosong dekat rumah makan saya kerja,” sambungnya.

Loading...

Karena total uangnya hanya Rp 300 ribu dan kurang Rp 100 ribu, lalu terjadi perdebatan ketika pelaku menyerahkan uang study tour tersebut.

“Lalu ribut-ribut dan saya gelap mata kang. Dicekik lehernya. Saya menyesal dan sunggu menyesal kang,” bebernya.

Tambah dia, saat diketahui korban meninggal lalu dirinya kembali ke tempat kerjanya. Dan jasad korban ditinggal sementara di rumah kosong itu.

“Usai kerja, saya kembali ke rumah itu. Lalu jasadnya saya bonceng naik motor dari rumah kosong ke gorong-gorong sekolah,” jelasnya.


(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.