Gara-gara Kelamin Diraba, Kepala SMAN 1 Pangkalanbun Mundur

6070

PANGKALANBUN – Kepala SMAN 1 Pangkalanbun, Ujang Sukiman menjadi perbincangan hangat dua hari terakhir. Bahkan sempat viral di media sosial (medsos).

Ujang Sukiman diduga berbuat tak senonoh kepada sejumlah pelajar laki-laki di dalam sekolah. Seperti mengirim pesan dengan kata-kata tidak etis. Ia juga disebut-sebut sering menyentuh alat kelamin beberapa siswa di dalam area sekolah.

Setelah kasus itu menjadi perbincangan ramai UJ pun langsung mengundurkan diri dari jabatan kepala SMAN 1 Pangkalanbun.

Keputusan UJ membuat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng Slamet Winaryo turun tangan. Ia langsung turun ke Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (12/11).

Hebohnya perbincangan terkait isu hot di SMA ternama di Kota Manis itu bermula dari beredarnya surat pemberitahuan ‘aksi bela Smansa 121’ yang dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2018.

Aksi tersebut merupakan aspirasi kalangan siswa-siswi yang merasa resah memgenai sikap dan perilaku UJ yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswanya.

Namun pada Senin (12/11) pantauan di SMAN 1 Pangkalanbun tidak terjadi aksi damai dari para siswa.

Suasana sekolah tampak hening. Para siswa melakukan aktivitas seperti biasa. Upacara bendera tetap dilakukan. Tapi bukan kepala sekolah yang menjadi pembina upcara, melainkan Kasubag Tugas Pembantuan Disdik Kobar, Rahmad Trisdjanto.

Kadisdik Kalteng Slamet Winaryo mengatakan, dengan kejadian hal tersebut dirinya diperintahkan gubernur untuk memberikan solusi agar kegiatan sekolah berjalan seperti biasa.

“Kami diperintahkan gubernur untuk mencari solusi mengatasi masalah ini, karena gubernur begitu memperhatikan kualitas pendidikan, termasuk pembentukan karakter di sekolah termasuk guru-gurunya juga,” Slamet kepada wartawan.

“Kami hadir agar sekolah kembali normal, anak-anak bisa dengan tenang belajar, termasuk guru-guru pun bisa melaksanakan tugasnya, dan orangtua pun merasa aman ketika anaknya berada di sekolah ini,” tambah Slamet.

Menyikapi pengunduran diri UJ dari jabatan kepala SMAN 1 Pangkalan Bun, Slamet menyebut hal itu merupakan sikap yang baik demi kebaikan dunia pendidikan di Kalteng bukan karena suatu desakan.

Namun pihaknya tetap akan memproses sesuai dengan aturan yang ada. Dimana saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bahan di lapangan dan mengembalikan kondisi sekolah agar tetap bisa melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa.

“Percayalah kami akan berlaku adil, karena kami pun menekankan agar guru-guru di Kalteng ini memiliki karakter yang baik dan bisa membawa marwah wibawa yang baik,” bebernya, seperti dilansir Prokal (Grup Jawa Pos/Pojoksatu.id).

Ia menambahkan, guru harus bisa menjadi orangtua, sahabat dan teman yang baik agar tercipta pembentukan karakter yang baik kepada semua siswa di Kalteng.

“Kami jamin semua guru atau kepala sekolah se-Kalteng tidak ada yang berkarakter yang tidak baik,” tegasnya.

Sementara Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengharapkan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum kepala SMAN 1 Pangkalan Bun agar masalahnya tidak berkepanjagan dan sekolah kembali normal.

“Begitu adanya informasi akan ada aksi itu, saya pun langsung melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah juga langsung turun,” katanya.

“Saya harapkan segera dilakukan penegasan terhadap kasus ini terutama kepada sepala sekolah agar tidak berlarut-larut, provinsi segera lakukan langkah konkrit,” kata Nurhidayah usia meninjau pelaksanaan tes CPNS di Pangkalan Bun, kemarin.

(ala/ens/pojoksatu/radartasikmalaya)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.