Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.2%

70.4%

Garut Batalkan KBM Tatap Muka SMA/SMK, Ini Penyebabnya

248
0

GARUT – Upaya untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) SMA/SMK tatap muka di Kabupaten Garut, yang rencananya dilaksanakan 18 Agustus, terpaksa dibatalkan.

Pemprov Jabar melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) mengkonfirmasi pembatalan ini. Pasalnya, sejumlah SMA/SMK yang mengajukan tatap muka tak lolos verifikasi.

Bahkan ada beberapa kecamatan yang semula masuk zona hijau dan kuning, kini sudah berubah menjadi zona merah, karena ada penambahan kasus positif Covid-19.

Melansir rmoljabar, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XI Garut, Asep Sudarsono menyebutkan, pelaksanaan KBM tatap muka tak bisa digelar pada 18 Agustus 2020.

Pihaknya akan melakukan verifikasi ulang ke setiap sekolah bersama tim kesehatan.

“Dari hasil verifikasi beberapa sekolah, tinggal melakukan rapid atau swab test ke guru, ada daerah yang masuk zona merah,” ucap Asep saat kepada wartawan, Jumat (14/08).

Asep pun akan menjadwal ulang rencana sekolah tatap muka untuk SMA dan SMK di Garut.

“Belajar tatap muka ini tak hanya menyangkut semangat siswa dan guru, tapi lebih kepada persoalan keselamatan,” tegasnya.

“Jadi waktunya kita undur, karena semangat siswa dan guru tak boleh dipatahkan. Tapi tak boleh kesampingkan keselamatan guru, siswa, dan orang tua,” sambungnya.

Pada 18 Agustus, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang setiap sekolah yang mengajukan belajar tatap muka.

Kemungkinan, di tanggal tersebut, belum ada sekolah yang bisa memulai aktivitas pembelajaran secara langsung.

“Yang penting sekarang keselamatan dulu. Ternyata tak mudah juga melakukan kegiatan tatap muka,” ujarnya.

Dari hasil verifikasi awal, sejumlah sekolah belum menyiapkan sarana di masa Adaptasi Kebiasan Baru (AKB).

“Makanya kami beri rambu-rambu. Kalau ada satu verifikasi yang tak terpenuhi maka tidak bisa dibuka dulu. Tidak ada keringanan, semua syarat harus terpenuhi,” tegasnya.

Asep menambahkan, jika sekolah sudah melengkapi sarana sesuai protokol kesehatan, para guru juga harus melakukan rapid atau swab test.

“Sebenarnya ada yang sudah masuk verifikasi kayak di SMKN 1 Garut. Tinggal rapid test guru. Tapi daerahnya kini masuk zona merah. Padahal sarana dan kurikulum sudah dicek dan siap,” jelasnya.

Pihaknya akan kembali melakukan evaluasi selama 14 hari ke depan.

Sekolah yang masuk zona hijau dan kuning akan jadi prioritas untuk melakukan belajar tatap muka.

“Kemungkinan agak mundur waktu pembukaan sekolahnya. Tunggu semua syarat terpenuhi dulu,” paparnya. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.