Garut Bisa Ekspor 5.000 Ton Kentang

38
BANTUAN. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan kepada kelompok tani saat kegiatan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian. Kegiatan itu digelar di Lapang Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Kamis (21/3). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Kementerian Pertanian optimis tidak akan ada lagi impor jagung dan kentang. Hal itu karena beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Garut sudah bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Bahkan saat ini kita juga bisa ekspor kentang ke sejumlah negara,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian di Lapang Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Kamis (21/3).

Kentang yang saat ini mulai diekspor dari Kabupaten Garut sebesar 5.000 ton senilai Rp 340 miliar. “Sekarang kita genjot ekspor kentang ini untuk tujuan ke Singapura, Malaysia dan beberapa negara lain,” terangnya. Selain ekspor kentang, Kabupaten Garut juga bisa ekspor dua komoditas lainnya, yakni 19 ton manggis senilai Rp 392 juta dan barecore atau plywood 591,3 dengan nilai Rp 1,4 miliar dengan tujuan ke Tiongkok.

Selain bisa ekspor, Kabupaten Garut juga bisa membantu memenuhi kebutuhan jagung. Sehingga impor jagung bisa ditekan. “Yang menarik di Garut itu adalah Jagung. Dari puluhan ribu hektare, produksinya sampai setengah juta ton,” ujarnya.

Selain komoditi pertanian, pihaknya juga akan menggejot sektor peternakan dan pertanian lainnya di Kabupaten Garut. Sehingga nanti bisa ikut dieskpor. “Domba, kambing, bawang merah, telur ayam, ayam kampung, kacang ijo, akan terus kita genjot, sehingga bisa ekspor ke depan,” katanya.

Untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan, pihaknya terus memberikan bantuan kepada para kelompok tani. Seperti yang dilakukannya Kamis (21/3). Pihaknya membagikan 630 ribu ekor ayam ke rumah tangga yang masuk garis kemiskinan. Setiap keluarga akan mendapat 50 ekor ayam kampung.

Kementan juga membagikan 2.000 alat mesin pertanian. “Total bantuan yang sudah diberikan kepada petani di Garut ini sebesar Rp 1,75 triliun,” terangnya.

Dia berharap bantuan pertanian bisa membantu menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Garut. “Alhamdulillah tadi kata pak bupati, angka kemiskinan di Garut ini turun 2 persen setelah adanya bantuan ini,” paparnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.