Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.8%

20.5%

8.5%

66.2%

Garut Mulai Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol di 7 Kecamatan dengan 2 Pintu Tol

8777
8
PAPARAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyebut pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol akan dilaksanakan tahun ini. yana taryana / rakyat garut

TAROGONG KALER – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memastikan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang melintasi Kabupaten Garut akan dilaksanakan mulai tahun ini.

“Kalau pembangunannya direncanakan tahun 2022, tapi untuk pembebasan lahan mulai dilakukan tahun ini,” ujar Helmi kepada wartawan Rabu (22/7). Namun dalam pembebasan lahan, Pemkab Garut tidak ada keterlibatan apapun. Hal itu karena proyek pembangunan jalan bebas hambatan akan dilakukan pemerintah pusat.

Baca juga : 130 Korban PHK di Garut Dapat Perhatian dari Pemkab

Helmi menerangkan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Garut akan meningkatkan perekonomian masyarakat Garut. “Jika tol ini sudah berjalan, maka itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita, belum lagi akses ke Garut lebih mudah, sektor pariwisata juga bisa tumbuh,” kata Helmi.

Trase ruas tol untuk wilayah Garut itu direncanakan memiliki panjang 37,25 kilometer. Untuk proyek tersebut, lahan yang dibutuhkan sebanyak 475,63 hektare dengan jumlah 3.544 bidang tanah di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kadungora, Leuwigoong, Leles, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut Kota dan Cilawu.

Baca juga : Puluhan Santri Ponpes Darussalam Kersamanah Garut Di-Swab Test

“Untuk exit tol Garut ada dua, kalau kabupaten lain dikasih satu. Pertama keluar di Banyuresmi dan kedua di Cilawu. Itu bagus, karena sebaran potensi pertumbuhan ekonomi tidak hanya satu titik saja, termasuk akses ke tempat wisata jadi lebih mudah,” pungkasnya. (yna)

loading...

8 KOMENTAR

  1. Berita yang menggembirakan, tentunya akan berdampak pada pariwisata Garut khususnya dan pengembangan Garut secara keseluruhan, para investor tidak bersedia menanamkan modal nya di Garut karena keterbatasan akses yang selama ini di rasakan jadi kendala, juga semoga dengan adanya akses yang lancar dapat memberikan keleluasaan para investor untuk berinvestasi di daerah Garut, dan yang terpenting para pemangku kepentingan tidak bermain sendiri sendiri, seperti masih adanya aktivitas japre di beberapa tempat wisata ?
    Semoga lancar dan damai dalam pembebasan lahan nya. Aamiiin YRA.

  2. Akan bagus nampaknya di dekat pintu gerbang keluar masuk toll kedua yg rencananya di wilayah kec.cilawu yg mungkin tepatnya di daerah cimaragas dekat pes.
    Darul Arqom..di bangun jalan alternatif untuk wilayah ke arah Garut Selatan..bagaimana kalau di bangun jalan baru dari jalan raya garut-tasik kp Sawahlega(dekat Pes.Darul Arqom) nyambung dengan jalan raya garut-cikajang (per.kharisma muarasanding) kira2 2km +lewati sungai cipeujeuh…mengingat kalau keluar tol lewat jl. Papandayan nampak tambah volume kendaraan dan mungikn akan tambah macet…kalau lewat jalan genteng berakhir di munjul nampak sedikit berputar+jalan sebagian curam…haturnuhun

  3. Alhamdulillah.., jalan raya pendukung perlu segera dibenahi, khususnya jalan yang menghubungkan Cilawu dengan Jalan Garut-Pameuengpeuk/Cikajang perlu dibenahi. Untuk memudahkan akses dari Pameungpeuk/Cikajang ke pintu Tol.
    Terima kasih.

  4. Antara senang dan sedih ini mah,gimana nasib pedagang yg ada di nagreg.. sementara hampir 90%, semua mata penceharian nya dari dagang. Alamat angka pengangguran meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.