Garut Nunggu Instruksi Rapid Test

149
0
BAGIKAN MASKER. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memberikan masker kepada salah satu penumpang di Terminal Guntur Senin (23/3). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus melakukan berbagai upaya mencegah penularan virus corona. Mulai dari imbauan terhadap warga untuk beraktivitas di rumah hingga melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas-fasilitas umum.

“Kita terus mengimbau masyarakat untuk melaksanakan social distancing. Ini penting untuk kita semua dalam pencegahan virus corona,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker serta hand sanitizer di Terminal Guntur Kecamatan Tarogong Kidul Senin (23/3).

Baca juga : Masuk Garut,  Suhu Tubuh Diperiksa

Selain social distance, kata dia, Pemkab Garut juga telah melakukan upaya pemeriksaan terhadap orang-orang yang masuk ke Garut dengan cara memeriksa kesehatan setiap orang yang masuk ke Garut. Kata Helmi, tindakan itu dilakukan sebagai antisipasi.

Helmi mengatakan sampai saat ini belum ada informasi warga Garut yang terpapar virus corona. Namun, saat ini Pemkab Garut mencatat ada 90 orang dalam pemantauan (ODP) dan tujuh pasien dalam pengawasan (PDP). “Sampai hari ini (kemarin, Red), dari tujuh PDP ini lima orang sudah dinyatakan negatif corona,” terangnya.

Sementara itu, ditanya terkait pelaksanaan rapid test Covid-19, Helmi mengaku belum mengetahui secara pasti kapan akan dilaksanakan. Hal itu karena belum ada instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi. “Kami berharap secepatnya bisa dilakukan pemeriksaan. Terutama untuk yang PDP dan ODP,” katanya.

Dengan adanya instruksi, selain ODP dan PDP, para pejabat Pemkab Garut juga akan menjalani tes Covid-19. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pencegahan. “Kalau semuanya sudah diperiksa, penanganannya juga bisa lebih gampang,” terangnya.

ANTISIPASI DAMPAK EKONOMI

Selain melakukan upaya pencegahan, Pemkab Garut juga tengah mempersiapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk mengantisipasi dampak ekonomi bagi warga kurang mampu di daerah perkotaan yang padat penduduk. “Dua minggu pertama sudah mau selesai, kita telah susun program untuk membantu masyarakat di daerah padat penduduk dua minggu keduanya,” jelasnya.

Menurut dia, ada beberapa program bantuan untuk masyarakat yang telah direncanakan. Di antaranya penyiapan 5.000 paket bantuan hingga memberikan jatah hidup (jadup) bagi masyarakat di daerah padat agar bisa tetap tinggal di rumah mengikuti imbauan masyarakat. “Sekarang programnya masih disusun,” jelasnya. Helmi belum bisa memastikan soal teknis pemberian bantuan dan lainnya, karena sampai saat ini pemerintah masih terus menggodok program tersebut.

Sementara terkait anggaran, Helmi memastikan akan ada pergeseran anggaran dalam skala besar untuk mendukung program-program penanggulangan pandemi Covid-19. Bahkan, proyek-proyek infrastruktur yang memang tidak bersentuhan dengan kepentingan orang banyak, akan dihentikan sementara.

Helmi menuturkan selama dua minggu pertama penanganan Pandemi Covid-19, Pemkab Garut sudah mengeluarkan dana sebesar kurang lebih Rp 5,5 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 2,8 miliar di antaranya diambil dari pergeseran dana lainnya. “Sampai sekarang, anggaran yang terpakai sudah Rp 5,5 miliar ada yang dari BTT, ada yang dari pergeseran anggaran sebesar Rp 2,8 miliar,” katanya.

Anggaran yang sudah dikeluarkan, salah satunya untuk pembelian alat pelindung diri (APD). Saat ini, ada 55 APD di RSUD dr Slamet. Pihaknya juga tengah memesan 750 APD dari distributor yang rencananya datang hari ini.

Diakui Helmi, penanganan Covid-19 akan berdampak terhadap rencana pembangunan di Garut. Sejumlah proyek pembangunan bisa ditunda karena anggarannya dipakai dalam penanganam virus corona. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.