Garut Zona Merah, 41 Kecamatan Terpapar Covid-19, Kota Paling Banyak

61
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kabupaten Garu masuk zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19. Hal itu berdasarkan kajian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita mengatakan ditetapkannya Kabupaten Garut menjadi zona merah, karena banyaknya kasus konfirmasi positif.

“Hasil penilaian dari gubernur, Garut masuk zona merah,L ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/12).

Ia mengatakan penilaian zona merah oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kewaspadaan dalam upaya mencegah penularan wabah Covid-19 di Garut.

Upaya yang saat ini terus dilakukan, yakni dengan melakukan penelusuran dan pemeriksaan kesehatan masyarakat untuk mendeteksi penyebaran wabah Covid-19.

loading...

Baca juga : Pelaku Penganiayaan Imam Masjid di Tarki Garut Diperiksa Kejiwaan

“Upayanya dengan terus melakukan tracking, tracing dan testing, lalu dengan langkah preventif, tentu saja dengan peningkatan disiplin dan penegakkan protokol kesehatan sebagai implementasi Perbup nomor 47 tahun 2020,” terangnya.

Ia mengungkapkan hasil pemeriksaan tes usap yang dilaporkan tim dari RSUD dr Slamet Garut maupun rumah sakit lain setiap harinya ditemukan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Laporan terbaru dari tim di lapangan, kata Yeni, Senin (7/12) ditemukan 13 orang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil dari pemeriksaan tim RSUD dr Slamet Garut, dan 5 orang dari hasil tes swab di tempat pelayanan kesehatan lainnya.

Meski ada kasus baru, lanjut Yeni, ada juga pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19 berdasarkan hasil swab test untuk selanjutnya diperbolehkan pulang.

“Total konfirmasi positif 2.319 kasus, dua kasus isolasi mandiri, 913 kasus isolasi di rumah sakit, 1.345 kasus sembuh dan 59 kasus meninggal dunia,” katanya.

Dari total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, diketahui penyebaran corona terjadi hampir di semua daerah di Garut. Dari 42 kecamatan, hanya Kecamatan Mekarmukti yang hingga kini dinyatakan belum terjadi kasus Covid-19.

Diketahui juga ada tujuh kecamatan dengan sumbangan kasus Covid-19 terbanyak di Garut. Tujuh kecamatan tersebut didominasi kecamatan yang terletak di pusat kota.

Yeni mengimbau masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan karena wabah Covid-19 masih terjadi di Garut.

“Upaya pencegahan penularan virus bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” terangnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.