Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Pangandaran Akan Data Pelaku UMKM

46
0
Loading...

PANGANDARAN – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Pangandaran sempat terjadi beberapa waktu lalu. Namun saat ini sudah kembali normal.

Kepala Seksi Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Wakhdan Irbani mengatakan hingga kini pihaknya belum mengetahui secara detail penyebab kelangkaan musiman gas LPG bersubsidi.

“Harusnya gas LPG bersubsidi itu digunakan masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro,” kata dia kepada wartawan Kamis (14/1).

Kedepanya, Pemkab Pangandaran akan melakukan pendataan pelaku usaha mikro dan masyarakat miskin, sebagai acuan penggunaan LPG bersubsidi dan penambahan kuota kedepannya. “Kita akan libatakan RT untuk mendatanya agar pendataan lebih akurat,” ucapnya.

Baca juga : Kasus Covid-19 di Kalipucang Pangandaran Meningkat

loading...

Menurut dia, pemkab akan terus memantau transaksi gas LPG bersubsidi. Jangan sampai diberikan kepada yang tidak berhak. “Yang berhak ya yang tidak mampu,” ucapnya.

Saat ini, kuota gas LPG bersubsidi 3 kilogram untuk Kabupaten Pangandaran setiap hari sebanyak 7.000 tabung. Kuota tersebut belum disinkronkan dengan data pelaku usaha dan masyarakat miskin. “Mudah-mudahan rencana kita untuk lebih menertibkan penggunaan gas LPG bisa diwujudkan,” jelasnya.

Sehingga, menurut dia, kelangkaan gas LPG 3 kilogram tidak menjadi fenomena musiman. “Ya nggak enak juga kalau tiap tahun selalu hilang dari pasaran,” ucapnya.
Seorang pedagang Hendri (34) mengaku sering kesulitan mendapat gas LPG 3 kilogram. “Kalau ada juga harus menunjukan KTP dulu,” ucapnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.