Gawat Darurat, Telepon Saja 119

159
RESMIKAN PSC. Wali Kota Tasikmalaya meresmikan Public Safety Center (PSC) Sicetar 119 di Gedung Serbaguna Bale Kota, Kamis (4/10).

LETNAN HARUN – Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman meresmikan Public Safety Center (PSC) Sicetar 119 di Gedung Serbaguna, Bale Kota, Kamis (4/10). Sicetar ini akan memberikan pelayanan cepat di bidang kesehatan. Utamanya yang bersifat gawat darurat.

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat untuk kegawatdaruratan bisa menelepon call center 119. Nantinya, tim Sicetar akan segera membantu yang bersangkutan. Namun, PSC ini bukan untuk menangani penderita penyakit ringan. a

Tetapi untuk kategori berat atau darurat. Misalnya kecelakaan atau melahirkan. “Mudah-mudahan saja ini menjadi satu acuan dalam lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya H Cecep Zaenal Kholis kepada Radar di Gedung Serbaguna kemarin.

Call center yang ditempatkan di Kantor Dinkes itu sudah berjalan. Petugas yang disiapkan ada sekitar 13 orang. Terdiri dari perawat, bidan, dokter dan operator. “Hanya saja untuk kendaraan baru ada satu mobil dan satu motor. Mudah-mudahan ke depannya bisa ada mobil yang representatif menangani kegawatdaruratan seperti serangan jantung,” jelas Cecep.

PSC ini dibentuk sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat yakni layan rawat. Tujuannya untuk mencegah kematian akibat terlambatnya penanganan medis. “Ini merupakan salah satu solusi penyelamatan nyawa dan menekan angka kematian ibu dan bayi,” kata Cecep.

Diharapkan warga Kota Resik ini bisa memanfaatkan layanan PSC dengan baik untuk kebutuhan kegawatdaruratan.

“Namun masyarakat jangan main-main dengan PSC ini. Karena memang selama ini masih ada masyarakat yang coba-coba menghubungi call center ini,” tutur Cecep.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyatakan pembentukan PSC ini sebagai bentuk komitmen pemkot dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. PSC sangat berguna dalam menanggulangi korban bencana alam, ibu dan bayi yang membutuhkan pertolongan gawat darurat. “Diharapkan ini akan lebih optimal dalam penanganan kegawatdaruratan di Kota Tasikmalaya,” ujar dia.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Provinsi Jawa Barat dr Vini Adiani Dewi menilai pendirian PSC 119 Ko Tasik sudah sesuai standar. Regulasi, sarana prasarana, dan sumber daya manusianya (SDM) sudah tersedia. “Kami optimis pelaksanaan PSC 119 ini akan berjalan dengan baik,” ujar dia.

Namun demikian, PSC tersebut tetap harus didukung berbagai pihak. Mulai dari puskesmas, rumah sakit dan masyarakat. “Jadi kalau sifatnya bukan gawat darurat tidak bisa. Jangan sampai semua permasalahan kesehatan mengadu ke 119 PSC ini,” jelas Vini.
Sementara, dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, baru ada enam kota yang sudah melaksanakan program PSC 119. Termasuk di dalamnya Kota Tasik. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.