GAWAT! Kota Tasik Zona Merah, Faslitas Tak Mampu Tampung Pasien Covid-19, PSBB?

806
0
Ilustrasi PSBB
Loading...

KOTA TASIK – Tingginya kasus positif Covid-19 dari hari ke hari menyebabkan status Kota Tasik Menjadi Zona Merah, Senin (07/12) sore.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat.

“Perkembangan Covid-19 di Kota Tasik sampai sore ini sesuai perhitungan kami serta disingkronkan dengan Satgas Covid-19 ternyata memang betul kita sudah masuk ke resiko tinggi. Atau terkategorikan zona merah,” katanya kepada wartawan.

“Beberapa hari lalu kita masih di zona oranye atau resiko sedang. Sekarang kita masuk ke resiko tinggi, atau zona merah dengan skor 1,73,” sambungnya.

Hal tersebut, kata dia, membuat Kota Tasik harus waspada, bahwa betul-betul seluruh masyarakat, stake holder, baik pemerintah bersama sektor swasta, harus bisa memahami kondisi yang terjadi di Kota Tasik terkait Covid-19.

Loading...

“Hari ini kita sudah masuk zona merah. Ini perlu perhatian kita semua dan keseriusan kita semua serta perlu bergandengan tangan kembali mengendalikan Covid-19,” terangnya.

Beber Uus, Kota Tasik pernah meraih keberhasilan di saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) I, II, III dan IV.

Bahkan Kota Tasik pernah masuk ke zona sedang (kuning) hingga ke hijau.

“Yuk kita sama-sama kembali mengendalikan Covid-19 ini. Langkah yang akan diambil terkait status ini perlu diketahui akumulasi positif di kita (Kota Tasik) sudah 1.074 kasus positif totalnya,” bebernya.

Apalagi, tambah Uus, saat ini kasus aktif sudah di angka 592 pasien.

Artinya kenaikan kasus sudah melampaui di atas kemampuan fasilitas kesehatan yang dimiliki Kota Tasik.

“Sehingga kita perlu mengadakan tindakan konkrit dalam waktu yang cepat. Untuk menyiapkan langkah penyiapan ruang isolasi. Karena daya tampung kita kan kurang lebih 200 tempat tidur,” tambahnya.

Sedangkan saat ini total pasien aktif hampir setengah dari kapasitas isolasi di Kota Tasik.

Pasien aktif itu ada yang diisolasi rumah sakit, yang kluster pesantren diisolasi di pesantrennya dan kluster keluarga di rumahnya masing-masing.

“Ini harus kita awasi dengan ketat. Khususnya di klaster keluarga kalau kurang hati-hati bisa menjadi triger klaster keluarga komunal. Ini yang tidak kita harapkan,” tegasnya.

Jika kluster keluarga komunal terjadi, maka harus dilakukan karantina mikro.

Sebab, jelas Uus, karantina mikro banyak titiknya, maka akan diberlakukan kembali PSBB.

“Tentunya, ini akan mengganggu tugas kita ketika harus me-recovery ekonomi dan sosial lainnya,” jelasnya.

Langkah pihaknya kini, tukas dia, adalah sedang mengupayakan penyiapan tempat ruang isolasi tambahan di RSUD kita yaitu 30 tempat tidur dan besok semoga sudah siap.

“Kemudian menyiapkan juga rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan Covid-19. Alhamdulillah kebetulan kita sedang membangun 2 rumah sakit tipe D. Maka sementara waktu nanti kita gunakan itu untuk rumah sakit lapangan atau darurat Covid,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Berita Terkait: MEMBLUDAK Positif Covid-19 di Kota Tasik, Operasional Usaha Sampai Jam 21.00 WIB

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.