Gaya Hidup Tinggi, Akhirnya Bercerai

2295
Yayah Yulianti SAg Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya

SEBANYAK 1.016 kasus keretakan rumah tangga di Kota Tasikmalaya sepanjang 2018 dipicu oleh faktor ekonomi. Salah satu masalah ekonomi yang dimaksud yakni tuntutan gaya hidup yang tinggi tidak sesuai dengan pendapatan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama, sepanjang 2018 tercatat sebanyak 1.854 pengajuan gugatan dan talak cerai. Sebanyak 1.016 di antaranya disebabkan permasalahan ekonomi. Penyebab terbanyak kedua yakni perselisihan yang terus menerus antara suami dan istri.

Adapun penyebab lainnya yakni perzinahan dengan tiga perkara, mabuk tiga perkara, judi delapan perkara, kabur 39 perkara, hukuman penjara dua perkara, poligami empat perkara, KDRT 14 perkara, cacat badan tiga perkara, kawin paksa satu perkara dan murtad lima perkara.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Yayah Yulianti SAg mengatakan, faktor ekonomi memang paling mendominasi dalam kasus gugatan cerai atau talak. Dari data tersebut bisa dihitung persentasenya 54,8 persen dari jumlah keseluruhan perkara. “Dibandingkan faktor lainnya, paling banyak memang karena ekonomi,” ujarnya kepada Radar, Rabu (20/3).

Yayah menambahkan, dari jumlah itu bukan berarti semuanya resmi bercerai. Data itu hanya gugatan yang masuk ke Pengadilan Agama. “Ada juga yang masih dalam proses,” katanya.

Seorang advokat, Mochamad Ismail SH banyak mendampingi kasus gugatan cerai. Dia juga sering menemukan keretakan rumah tangga karena faktor ekonomi. “Banyak sekali, bahkan paling banyak masalah keuangan,” katanya.

Namun demikian, masalah ekonomi bukan semata-mata karena kondisi keluarga miskin. Hal ini lebih kepada tuntutan gaya hidup yang terlalu tinggi. “Karena menurut saya penghasilannya cukup, bahkan sangat cukup,” katanya.

Ismail banyak menangani kasus istri yang menggugat cerai karena suaminya tidak bisa membelikannya kendaraan. Padahal, dari segi kebutuhan rumah tangga, semuanya tercukupi. “Pernah ada yang alasannya tidak dibelikan motor, mobil juga pernah,” ujarnya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.