Gedung IC Garut Jadi Tempat Isolasi Pasien Positif Covid-19

40
0
H Rudy Gunawan Bupati Garut
H Rudy Gunawan Bupati Garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut terus menyiapkan tempat isolasi untuk pasien positif Covid-19. Salah satu tempat yang kini sedang disiapkan untuk tempat isolasi yakni Gedung Islamic Center di Kecamatan Garut Kota.

“Iya sekarang kita disiapkan Islam Center ini untuk jadi tempat isolasi,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Kamis (10/12).

Rudy menerangkan, persiapan tempat isolasi ini dilakukan, karena kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Garut ini sudah masuk zona merah (penyebaran Covid-19). Sekarang yang diisolasi sudah banyak, jadi kita siapkan gedung untuk ruang isolasi,” ujarnya.

Rudy mengaku sudah mengecek berbagai persiapan dan fasilitas di Islamic Center. Di sana, sambung Rudy, bisa menampung 50-60 pasien Covid-19.

“Ada 16 kamar. Jadi bisa digunakan 50 sampai 60 orang untuk isolasi,” katanya.

Baca juga : Gali Potensi Desa di Garut untuk Bangkitkan Pariwisata

Selain Gedung Islamic Center, sebelumnya Pemda Garut juga sudah menyiapkan Rusun Gandasari yang terletak di Kecamatan Cilawu. Rusun sempat digunakan sebagai tempat tinggal korban banjir bandang Garut 2016 lalu itu diketahui memiliki kapasitas 99 kamar.
Sementara itu, pasca ditetapkan masuk zona merah penyebaran Covid-19 Senin lalu, hingga kini kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus melonjak.

“Dalam empat hari terakhir ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di Garut ini mencapai 300 orang,” ujarnya.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya sampai Rabu malam (9/12), total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut ini mencapai 2.468 kasus.

Dari jumlah tersebut, dua kasus isolasi mandiri, 1.024 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 1.381 kasus sembuh dan 61 kasus meninggal dunia. “Dari total kasus positif ini, hampir menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Yeni menerangkan, saat ini proses penularan paling banyak terjadi di klaster keluarga, dimana penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya.

Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri.

“Salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19 di keluarga itu dengan tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.