Gedung Kesenian Kota Tasik Sudah Bisa Digunakan Pertunjukan

69
0

TASIK – Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) saat ini sudah bisa digunakan kembali untuk pertunjukan. Hanya saja pertunjukannya wajib menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala UPTD Pengelolaan Kompleks Dadaha, Gumilang Herdis Kiswa mengatakan, sejak memasuki New Normal GKKT sudah bisa digunakan pertunjukan.

“Sudah bisa pertunjukan, hanya saja saat pelaksanaan memberlakukan protokol kesehatan,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (26/06) saat dihubungi melalui ponselnya.

Terang dia, sebelum melakukan pertunjukan yang akan menggunakan gedung kesenian itu, harus menyatakan surat pernyataan siap memberlakukan protokol kesehatan.

“Dalam artian audiens atau penonton hanya 50 persen dari kapasitas gedung, termasuk jaga jarak,” terangnya.

Gilang menambahkan, walaupun telah kembali dibuka, namun belum ada yang mendaftar akan menggelar kegiatan di GKKT.

“Mungkin karena penyelenggaraan mempertimbangkan karena bila hanya 50 persen audensnya akan rugi apalagi bila ada penjualan tiket,” bebernya.

Terpisah, Pemerhati Seni dan Budaya, Tatang Pahat menuturkan, dibukanya kembali gedung kesenian itu sudah sangat bagus. karena kesenian di Kota Tasik akan menggeliat kembali.

“Bagus karena memang berkesenian ini harus tetap berjalan di Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Jelas dia, dibukanya kembali GKK dalam kondisi saat ini memang ada konsekwensinya bagi penyelenggara pertunjukan. khususnya yang bertiket.

“Di sisi lain harus untung dari penjualan tiket, di sisi lain penonton dibatasi yang hanya 50 persennya dari kapasitas, itu tidak akan terkejar targetnya,” jelasnya.

Kecuali, tandas dia, pertunjukan yang sifatnya perusahaan yang memberikan tiket gratis.

Pertunjukan idealis pun bisa dilaksanakan, asalkan pemerintah dalam hal ini Disparbudpora bisa memfasilitasinya, yakni dengan memberikan gratis sewa gedung.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.