Penempatan Torndi Bagian Atap RSUD Kurang Tepat

Gedung Tulip Rentan Tergenang

67
0
JELASKAN. Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo Taufik Rachman saat membeberkan hasil pengumpulan informasi kaitan genangan air di Gedung Tulip, Rabu (26/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

TAWANG – Insiden genangan air di Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya pekan lalu bukan yang pertama kali terjadi. Hal tersebut disebabkan adanya tata letak atau desain yang tidak tepat dalam penempatan torn di bagian atap gedung.

Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo, Taufik Rachman menerangkan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan upaya klarifikasi terhadap sejumlah petugas di rumah sakit. Dari keterangan petugas cleaning service, kepala lantai 2 dan 3 gedung, kebocoran air bukan pertama kali terjadi. “Ternyata, Mei lalu juga sudah ada laporan dari pihak gedung terhadap rumah sakit supaya diperbaiki. Ada rembesan air pada dinding gedung, area lift dan genangan di toilet ruang rawat inap,” tuturnya kepada wartawan saat memberikan keterangan pers, Rabu (26/6).

Keterangan lainnya, kata dia, ada beberapa rembesan di bagian dinding gedung lantai 2. Termasuk ada beberapa instalasi kelengkapan gedung yang belum selesai. “Seperti perangkat bel pasien untuk memanggil suster jaga. Itu lantai 2 kemarin belum diperbaiki. Padahal gedung beroperasi sudah sekitar 2 bulan. Kemudian pada lantai 3 juga belum beroperasi bel itu,” ucapnya.

Petugas instalasi teknis rumah sakit turut dipanggil untuk dimintai keterangan. Diketahui tangki penampungan air kerap luber ketika air terisi penuh. Sebab, torn air tidak berfungsi secara otomatis melainkan dihidup-matikan secara manual melalui stop kontak. “Kondisi dinding penampungan tangki air juga sudah pada retak. Padahal dibalik dinding itu ada panel listrik dan tentu bisa fatal apabila bocor atau ambruk,” tutur Taufik.

Adanya beberapa temuan itu, pihaknya berkomunikasi dengan internal RSUD. RSUD ternyata sudah melaporkan persoalan kepada pelaksana kegiatan pembangunan Gedung 2018 sejak Mei supaya kekurangan-kekurangan itu segera diperbaiki. “Kita bersyukur adanya informasi kemarin, ternyata banyak hal yang masih harus dibenahi. Mumpung masih dalam masa pemeliharaan,” kata Taufik.

Dia menjelaskan ketika torn-torn penyimpanan air di atap gedung dicek, ternyata riskan terjadi kebocoran. Di samping adanya rongga kosong untuk jalur lift, di bagian atap gedung juga tidak ada lubang pembuangan untuk menyalurkan air hujan atau air genangan di atap. “Dari laporan petugas teknis rumah sakit, dan kami cek ke lokasi memang betul. Kondisi seperti itu,” ujar dia.

Adapun, pemotongan saluran untuk kebutuhan air pada saat pelaksana proyek gedung baru dilakukan, pihak pelaksana sejatinya sudah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit, kemudian diarahkan untuk memotong pipa di dekat instalasi air dan bak penampungan. “Sebab, kebutuhan hanya beberapa kubik saja untuk soil test. Rumah sakit mengizinkan karena sudah terprediksi tidak mengganggu kondisi air di gedung. Maka, apakah ketika pemotongan pipa itu dilakukan bisa sebabkan bocor di atas? Sementara, di atas sudah pernah terjadi genangan air sebelumnya,” kata dia. “Sehingga dapat disimpulkan ada tidaknya pemotongan pipa kemarin, suatu saat genangan air pasti kembali terjadi. Kemungkinan ada kesalahan tata letak dan desain dalam menyimpan torn di atap gedung,” tutur dia.

Loading...

Akhirnya, kata dia, hasil penelusuran itu menemukan beberapa persoalan di gedung yang baru selesai pembangunan tahap 2 di akhir tahun lalu. Selagi dalam masa pemeliharaan, ia menekankan supaya dinas terkait dan pelaksana proyek dapat melakukan pembenahan. “Gedung Tulip kan sudah mau habis masa pemeliharaannya, kita harap supaya segera diperbaiki kekurangan-kekurangannya. Kalau tak diperbaiki yang rugi RSUD sebagai user, otomatis berimbas ke pelayanan terganggu,” ujar Taufik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi mengetahui gedung tersebut sudah menuai keluhan dari masyarakat, di samping beberapa bagian ruang dan dinding terjadi kebocoran. “Sudah ada keluhan memang. Kita akui pengawasan dinas terkait harus dioptimalkan. Ini untuk pelayanan masyarakat,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.