Gedung Workshop PPIK Kota Tasik Minim Manfaat

132
0
SEPI AKTIVITAS. Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) yang dikelola Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya masih minim pemanfaatannya, Kamis (25/6). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya
SEPI AKTIVITAS. Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) yang dikelola Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya masih minim pemanfaatannya, Kamis (25/6). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

CIBEUREUM – Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) yang dikelola Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya masih minim pemanfaatan. Pasalnya, berbagai program yang berkaitan dengan operasional gedung di Jalan Mashudi itu banyak dipangkas.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H Firmansyah mengatakan saat ini aktivitas di gedung tersebut hanya produksi face shields saja. Pihaknya memberdayakan perajin binaan mengingat peluang pasar produk tersebut yang cukup besar.

“Saat ini baru digunakan perajin untuk memproduksi face shields,” ujarnya kepada Radar, kemarin (25/6).

Baca juga : Begini Kronologi ASN yang Positif Corona Nambah 1 di Kota Tasik

Jika dilihat berbagai fungsi dan fasilitas gedung PPIK, kata Firmans, terdapat tempat pelatihan, produksi, workshop, showroom dan aula pertemuan. Namun di masa pandemi Covid-19 ini terbilang vacum, karena lebih dari 50% anggaran dinas dipangkas.

“Kan tahu sendiri, banyak kegiatan yang dipangkas untuk refocusing penanganan Covid-19,” tuturnya.

Selama kondisi tidak berubah, pihaknya belum bisa memaksimalkan potensi dari gedung yang dibangun dengan menghabiskan biaya lebih dari Rp 5 miliar itu.

“Sebab untuk pelatihan pun kami sudah tidak ada anggaran,” katanya.

Baca Juga : Bahaya..! 11 Anak-Anak di Kota Tasik Meninggal Akibat DBD

Meski demikian, sambung dia, pihaknya akan mencari peluang dari bantuan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.
Suapaya bisa mendapat dana untuk pelatihan pelaku industri kerajinan serta kegiatan lainnya.

“Mudah-mudahan upaya kita disambut pemerintah provinsi atau pusat,” katanya.

Pasalnya, lanjut Firmansyah, pengembangan industri kerajinan saat ini sangat diperlukan. Hal itu, untuk mempercepat roda ekonomi yang drop akibat wabah Covid-19.

“Jadi menurut kami perlu ada upaya mendorong perekonomian lewat pengembangan industri,” terangnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengajukan pembentukan UPTD Pengembangan Industri yang salah satunya bertugas dalam operasional Gedung PPIK. Dengan begitu upaya peningkatan ekonomi masyarakat di bidang industri bisa lebih maksimal. “Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” katanya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.