Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Gelombang Kedua Covid-19 Landa Kota Tasik, 10 Kamar di Ruang Isolasi Terisi

3754
1

KOTA TASIK – Perkembangan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Kamis (17/09) siang untuk total kasus terkonfirmasi masih tertahan di angka 69 kasus.

Jumlah pasien yang dikarantina pun mulai berkurang.

Pasien dikarantina hasil uji simptomatik 5 orang dan pasien karantina dari simptomatik menjadi 11 orang.

Berkurang 2 pasien dari sehari sebelumnya karena dinyatakan telah sembuh.

Meski demikian, lonjakan kasus positif Covid-19 ini menurut Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman pada gelombang kedua ini cukup dahsyat. Karena terjadi 19 kasus dalam kurun waktu seminggu.

Dia pun mengingatkan kepada masyarakat supaya mengetahui bahwa kemampuan, fasilitas dan tenaga medis untuk memerangi Covid-19 sangat terbatas.

Apalagi saat ini wilayahnya dilanda merebaknya pandemi Corona gelombang kedua setelah Jakarta dan Bandung ditetapkan zona merah.

“Jadi, jangan sampai terlena. Patuhilah selalu protokol kesehatan oleh diri sendiri dan tentunya pengetatan dilakukan oleh kami,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (17/09) siang.

Budi mencontohkan, gedung isolasi yang baru diresmikan di RSUD Soekardjo saja dalam sehari sudah terisi sampai 10 kamar dari 40 kamar yang tersedia.

Hal ini, membuat pemerintah khawatir kalau masyarakat tak mematuhi protokol kesehatan akan berdampak pada penambahan pasien Covid-19.

“Gedung khusus pasien Covid-19 yang kemarin baru diresmikan saja, dalam sehari itu sudah terisi 10 kamar dari 40 kamar yang tersedia. Termasuk tenaga medis dan obat-obatan yang selama ini tersedia,” terangnya.

Meski demikian, lanjut Budi, data terbaru dari Gugus Tugas Jawa Barat daerahnya masih berstatus zona oranye.

Tapi, jika lonjakan kasus terkonfirmasi terus bertambah maka akan cepat berubah menjadi zona merah.

“Jangan sampai lonjakan kasusnya melebihi kemampuan kita. Kalau itu terjadi akan bahaya. Kita sudah sampaikan juga bahwa acara atau even yang mengundang massa tidak akan diberikan izin,” tegasnya.

Selama ini pun, Budi telah memerintahkan semua masyarakat untuk tak pergi ke zona merah seperti Jakarta dan Bandung.

Termasuk bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya dilarang untuk berkegiatan ke wilayah zona merah tersebut.

“Sekarang bukan hanya PNS saja yang dilarang, tapi seluruh masyarakat jangan bepergian ke zona merah, yakni Jakarta dan Bandung,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.