Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.4%

66.9%

Gelombang Tinggi, Nelayan Cipatujah Tasik Jual Perhiasan untuk Bertahan Hidup

165
0
BELUM MELAUT. Para nelayan di Pantai Cipatujah dan Cikalong belum melaut karena gelombang tinggi, Senin (1/6). NELAYAN PAMAYANG FOR RADAR TASIKMALAYA

CIPATUJAH – Nelayan di Pantai Pamayangsari Cipatujah hingga awal Juni belum bisa melaut akibat dampak dari gelombang pasang, Senin (1/6). Akibatnya tidak ada aktivitas jual beli di pelelangan ikan.

Saat ini, para nelayan kehilangan mata pencaharian dari menjual tangkapan ikan hasil melaut selama satu minggu ini.

Bahkan sebagian nelayan beralih berkebun, bertani sampai menjual perhiasan dan mengandalkan simpanan tabungannya demi menyambung hidup.

Baca juga : Bantu Warga Terdampak Corona, Forum Pemuda Liunggunung Ciamis Lelang Jersey, Batu Akik dan Jam Tangan

Ketua Nelayan Pamayangsari Cipatujah yang juga Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama Perikanan Tangkap (FKKUB-PT) Sana Sopiana menjelaskan, setelah dua hari lalu dari Minggu (31/5) dan Senin (1/6) ombak pasang surut dan nelayan belum beraktivitas menangkap ikan ke laut.

“Belum aktivitas, karena ada prediksi dari BMKG bahwa akan ada ombak pasang susulan dalam minggu ini. Jadi nelayan belum berani melaut, menunggu kondisi aman sesuai prediksi BMKG,” ujarnya kepada Radar, Senin (1/6).

Selama satu minggu ini, kata dia, tidak melaut banyak nelayan yang kehilangan mata pencaharian dan beralih ke berkebun dan bertani bahkan sampai ada yang menjual perhiasan dan menggunakan tabungan yang ada untuk menyambung hidup.

“Biasanya sehari satu nelayan bisa dapat Rp 500 ribu dari melaut dan menjual hasil tangkapan ikan sekarang sama sekali tidak punya penghasilan. Paling ada yang bertani, berkebun ada juga yang menjual perhiasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Menurut Sana, atas dampak dari gelombang pasang ini, pihaknya sudah berkirim surat usulan ke pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada nelayan terdampak kesulitan memenuhi kebutuhan sembako dan memperbaiki kerusakan perahu akibat gelombang.

“Datanya untuk keseluruhan nelayan di Cipatujah ada 650 orang dan ditambah nelayan Cikalong ada 300 orang keseluruhan ada 950 orang. Kami dari FKKUB-PT sudah membuat usulan kepada pemerintah kecamatan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah,” tambah dia.

Baca juga : Layanan Uji KIR di Kabupaten Tasik Kembali Dibuka

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertanak) Kabupaten Tasikmalaya Drs Heri Sogiri MM menjelaskan, pemerintah daerah sudah menyiapkan program bantuan cadangan pangan daerah (CPD) bagi nelayan yang terdampak pasang air laut.

“Para nelayan tinggal mengusulkan. Bantuan berupa beras untuk antisipasi ada yang kelaparan,” ungkap dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.