Gempa 5,9 SR Pangandaran Robohkan 50 Rumah di 7 Kecamatan Ciamis

687
1
radartasikmalaya.com
Rumah warga lakbok Cimias roboh diterjang gempa yang terjadi dan berpusat di Kabupaten Pangandaran, Minggu (25/10). iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS – Gempa bumi dengan titik kedalaman 10 kilometer, berkekuatan 5,9 magnitudo/ SR, dengan titik lokasi 90 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran terjadi Minggu (25/10) pagi pukul 07.56 WIB.

Getaran juga terasa hingga Kabupaten Ciamis, hingga mengakibatkan 50 rumah ambruk.

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Ade Waluya  mengatakan, untuk data sementara yang masuk sampai sore hari ada  50 rumah ambruk.

Satu orang warga  Kecamatan Pamarican bernama Deden Gustiawan (30)  dan Encar (70) warga Kecamatan Lakbok, yang tertimpa bangunan, hingga alami luka ringa di obati di klinik terdekat

Sebanyak 50 rumah yang rusak baik itu gentingnya atau tembok yang jebol, meliputi delapan Kecamatan.

Adalah, Lakbok, Pamarican , Banjarsari,  Purwadadi, Ciamis, Tambaksari, Cimaragas dan Kecamatan Sadananya.

Ade menambahkan, dari delapan kecamatan  hanya satu kecamatan yakni Cimaragas yang ada rumah alami rusak berat.

“Untuk tujuh kecamatan lainya rusak ringan,” katanya.

Memang sejauh ini tidak ada yang mengungsi,  namun berdasarkan  anggotanya Uju Suparman dan Behaki Efendi warga yang terkena dampak gempa  memerlukan  bantuan terpal untuk menutup diding rumah yang amruk serta genting yang bolong.

“Mengenai data sementara yang masuk sampai sore masih 50 rumah,” ucapnya

“Memang banyak terdampak di Ciamis selatan. Semoga  dalam kejadian ini tidak lagi bertambah,” ujarnya.

Ditambahkan Kabid Darlok  BPBD Kabupaten Ciamis, Memet Hikmat, bahwa hasil laporan dampak kejadian gempa bumi 5.9 SR di Kabupaten Pangandaran, meliputi delapan kecamatan.

” Semua mengalami kerusakan ringan. Diantaranya bagian atap dan dinding yang retak-retak dan jebol. Sedangkan untuk korban luka ringan ada dua orang di Kecamatan Lakbok  dan Pamarican dan dirawat di kelinik, ” paparnya.

Pihaknya dalam penanganan bencana gempa menurunkan empat mobil. Serta anggota BPBD.

“Sekaligus membawa logistik kedaruratan, untuk membantu  para korban yang terkena bencana,” katanya.

“Pada intinya bila ada kejadian segera lapor kepada aparat setempat atau kepasa kami. Karena kapan saja dimana saja selama 24 jam kami siap menindak lanjutinya,” tandasnya.

(imanbs rahman)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.